POJOKSATU.id, JAKARTA—Selama tiga bulan perang Hamas-Israel di jalur Gaza, telah menewaskan 23.084 orang warga sipil Palestina. Sementara 58.926 orang terluka.

Data Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza yang dikuasai Hamas, setidaknya 23.084 orang tewas sejak perang dengan Israel yang dimulai 7 Oktober 2023 lalu.

Dilansir Al Arabiya, Selasa (9/1/2024), sebanyak 23.084 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober. Selain itu, ada 58.926 orang yang terluka akibat serangan Israel di Gaza.

Baca Juga: Buku Hitam Prabowo, Aktivis Ini Ungkit Bobroknya Aktivis 98 Gabung ke Lingkaran Pelanggar HAM

Korban luka itu harus dirawat di rumah sakit yang sudah rusak akibat serangan Israel. Rumah sakit di Gaza juga kekurangan obat-obatan.

Selain korban tewas dan luka, perang tersebut juga memicu lebih dari 85 persen populasi di Jalur Gaza menjadi pengungsi. PBB juga mengatakan warga di Gaza terancam menderita kelaparan parah.

Kementerian Kesehatan juga mengatakan ada 249 warga yang tewas dan 510 orang terluka akibat serangan Israel dalam 24 jam terakhir. Mayoritas korban tewas merupakan wanita dan anak-anak.

Serangan Israel juga terus meluas. Kini, Israel juga melakukan serangan ke wilayah Gaza tengah dan selatan.

Baca Juga: Kejari Medan Tahan Mantan Kepala MAN 3 Medan dan Rekannya Terkait Korupsi Dana PPDB Rp311 Juta


PM Israel Didemo Rakyatnya

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pasukan Israel tidak akan menghentikan perang di Gaza untuk melawan Hamas sampai semua tujuan tercapai.

Demikian menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya pada Sabtu (6/1).

Keputusan Netanyahu itu mendapat protes dari ribuan pengunjuk rasa yang turun ke jalanan Tel Aviv pada Sabtu (6/1).

Mereka mendesak pemerintah Israel segera mencapai kesepakatan dengan Hamas mengenai pembebasan orang-orang yang disandera.

Baca Juga: Madina Care Audiensi ke BKN RI di Jakarta, Bupati Madina Didesak Kirimkan Surat Pembatalan SKTT

Para pengunjuk rasa juga menuntut pengunduran diri Netanyahu, pembubaran parlemen, dan pemilihan umum dini.

Presiden Palestina Temui Presiden Mesir

Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin membahas situasi terkini di wilayah Palestina, terutama konflik yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

Dalam sebuah pertemuan di Kairo, ibu kota Mesir, Abbas membahas perkembangan terakhir dari operasi militer Israel di Jalur Gaza dan "tragedi kemanusiaan mengerikan" di daerah kantong pesisir tersebut, menurut pernyataan dari Kepresidenan Mesir.

Baca Juga: Aliansi Mahasiswa Bersatu Minta Kapoldasu Segera Tetapkan Kadis Pendidikan Madina Tersangka

Selain itu, Abbas juga membahas eskalasi dan aksi kekerasan Israel di Tepi Barat, imbuh pernyataan tersebut.

Sementara itu, Sisi menggarisbawahi upaya intensif Mesir dan kontak yang sedang berlangsung dengan berbagai pihak untuk mendorong gencatan senjata dan penyaluran bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang memadai dan dengan cepat ke Gaza, guna mengakhiri penderitaan warga sipil di wilayah pesisir tersebut.

Kedua pemimpin menekankan peran penting Otoritas Palestina dan perlunya mengambil semua langkah untuk mendukungnya dalam memenuhi perannya.***