POJOKSATU.id,-- Sekitar 20 kapal yang berbaris untuk menyeberangi Selat Hormuz Iran kembali gagal melewati selat ini pada Sabtu (18/4/2026).
Kapal ini kembali berbalik arah menuju Oman usai militer Iran kembali menutup Selat ini pada Sabtu siang waktu setempat.
Militer Iran menutup kembali Selat Hormuz karena blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap berlangsung.
Dikutip dari The Wall Street Journal, para perantara di Athena dan Singapura yang mengatur muatan kapal-kapal tersebut mengatakan, kapal-kapal itu telah menunggu untuk memasuki Teluk Persia melalui koridor Larak utara.
Baca Juga: Militer Iran Kembalikan Lagi Selat Hormuz ke Status Ditutup, Anggap Blokade AS Belum Dibuka
Mereka bahkan telah setuju untuk membayar biaya tol yang dikenakan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebesar 2 juta dollar AS per kapal.
Menurut seorang pemilik kapal kontainer asal Hong Kong yang sedang menunggu untuk melintasi selat tersebut, mereka sekarang berbalik arah karena IRGC mengirimkan pesan radio bahwa selat tersebut ditutup.
Tidak ada kapal selain yang dikendalikan oleh Iran yang melintasi jalur utama di tengah perairan tersebut sejak perang dimulai pada 28 Februari.
Diketahui, sekitar 130 kapal menggunakan jalur tersebut setiap hari sebelum perang.
Sebelumnya, komando militer gabungan IRGC menutup kembali Selat Hormuz, dengan alasan AS melanggar janji negosiasi.
Baca Juga: Drama 24 Jam Selat Hormuz! Dibuka, Lalu Ditutup Lagi, Ketegangan Iran-AS Kian Membara
Penutupan ini dilakukan setelah jalur vital pengiriman minyak itu sempat dibuka oleh Iran dalam beberapa jam dalam rangka negosiasi dengan AS.
Militer Iran kembali menyatakan Selat Hormuz ditutup kembali setelah beberapa jam dibuka.
IRGC menegaskan, pengendalian Selat Hormuz telah kembali ke status sebelumnya, yakni berada di bawah manajemen dan kendali ketat angkatan bersenjata.
Iran menyalahkan blokade AS dalam penutupan kembali Selat Hormuz ini.
Baca Juga: Pertamina Pantau Pelayaran Selat Hormuz Usai Dibuka Iran, Siapkan Rute Pelayaran Agar Bisa Melintas
“Jalur air strategis ini sekarang berada di bawah pengelolaan dan pengawasan ketat oleh angkatan bersenjata,” lanjut kata IRGC, dikutip dari stasiun TV negara Iran, IRIB.
“Status Selat Hormuz tetap dikendalikan secara ketat dan dalam kondisi semula, sampai AS memulihkan kebebasan navigasi bagi kapal-kapal," jelasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbia, Ebrahim Zolfaghari, menekankan bahwa Selat Hormuz, berada di bawah kendali ketat Angkatan Bersenjata Iran dan akan tetap dalam keadaan operasional sebelumnya.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (18/4/2026), juru bicara tersebut mengatakan bahwa sesuai dengan pemahaman sebelumnya yang dicapai selama negosiasi yang dilakukan dengan itikad baik, Iran telah setuju untuk mengizinkan sejumlah terbatas kapal tanker minyak dan kapal komersial untuk melewati Selat Hormuz secara terkendali.
Namun, dia menyatakan bahwa Amerika Serikat, karena pelanggaran komitmen yang berulang dan sejarah perilaku buruk, telah melanjutkan tindakan pembajakan dan perampokan laut dengan dalih apa yang disebutnya sebagai blokade.
"Akibatnya, kendali atas Selat Hormuz telah dikembalikan ke keadaan sebelumnya, dan jalur air strategis ini berada di bawah manajemen dan kendali ketat Angkatan Bersenjata," kata juru bicara tersebut dilansir dari Tasnim News Agency, Sabtu.***

