POJOKSATU.id, JAKARTA-- María Corina Machado menyerahkan hadiah Nobel Perdamaian 2025 yang diterimanya kepada Presiden AS Donald Trump.
Sosok Machado dikenal sebagai salah satu tokoh oposisi utama terhadap pemerintahan Hugo Chávez dan Nicolás Maduro.
María Corina Machado adalah seorang politikus, insinyur, dan aktivis asal Venezuela. Ia lahir pada 7 Oktober 1967 di Caracas.
Ia juga figur liberal-konservatif yang sangat menekankan pentingnya pasar bebas, investasi asing, serta perlindungan hak kepemilikan.
Baca Juga: Israel Bujuk Donald Trump agar Tak Menyerang Iran dengan Kekuatan Militer
Selain aktif di dunia politik, ia turut mendirikan organisasi Súmate, sebuah gerakan masyarakat sipil yang berperan besar dalam memantau pemilu di Venezuela.
Machado juga kerap mendapat tekanan, ancaman, bahkan larangan politik dari rezim yang berkuasa karena sikap kritisnya. Pada tahun 2014, ia pernah dicopot dari kursinya di Majelis Nasional setelah menentang Maduro di forum internasional.
Meski menghadapi berbagai rintangan, ia tetap menjadi salah satu suara paling lantang yang menyerukan demokrasi dan kebebasan di Venezuela.
Pada tahun 2025, ia dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian atas kerja kerasnya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela dan atas perjuangannya untuk mencapai transisi yang adil dan damai dari kediktatoran menuju demokrasi.
Terlepas dari berbagai larangan dan intimidasi, Machado dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap otoritarianisme yang ada di Venezuela.
Banyaknya dukungan dari rakyat kepadanya menjadi bukti ketika ia tetap memenangi pemilihan pendahuluan oposisi 2023 dengan mayoritas mutlak, meski tahu dirinya berisiko didiskualifikasi.
Hadiah Nobel ke Trump
Machado menyerahkan hadiah Nobel Perdamaian yang diraihnya kepada Presiden AS Donald Trump. Machado benar-benar meninggalkan hadiah nobel itu di Gedung Putih.
Baca Juga: Trump Siapkan Serangan Susulan Lebih Besar ke Venezuela, Dibatalkan Gara-gara Kerjasama Terjalin
Trump sebelumnya telah secara terbuka menyatakan menginginkan penghargaan tersebut, yang menurut komite Nobel tidak dapat dialihkan.
"Saya menyerahkan medali Nobel Perdamaian kepada presiden Amerika Serikat," kata Machado kepada wartawan di luar Gedung Capitol AS setelah pertemuannya dengan Trump di Gedung Putih pada Kamis (15/1) waktu setempat, dilansir kantor berita AFP, Jumat (16/1/2026).
Dedikasi untuk Donald Trump itu disampaikan Machado sekitar sebulan setelah pengerahan militer besar-besaran AS ke dekat pantai Venezuela dan kampanye serangan mematikan Washington terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba.
Machado merupakan kandidat capres oposisi dalam pemilu Venezuela tahun 2024 lalu, namun pemerintah Maduro memblokir pencalonannya.
Komite Nobel memuji kerja kerasnya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela dan atas perjuangannya untuk mencapai transisi yang adil dan damai dari kediktatoran menuju demokrasi.
Ucapkan Terima Kasih
Donald Trump merespons soal pemberian hadiah Nobel Perdamaian milik Machado. Perempuan itu menyerahkan hadiah bergengsi tersebut kepada Trump selama pertemuan mereka di Gedung Putih pada hari Kamis (15/1) waktu setempat.
"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk bertemu María Corina Machado dari Venezuela, hari ini," tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social.
"María memberikan Hadiah Nobel Perdamaiannya kepada saya atas pekerjaan yang telah saya lakukan. Sebuah isyarat yang luar biasa dari rasa saling menghormati," imbuhnya, dilansir CNN, Jumat (16/1/2026).***

