POJOKSATU.ID- Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan kepolisian terkait dengan isu ijazah presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang dituding palsu oleh sejumlah pihak.

Sekretaris UGM Andi Sandi Antonius saat ditemui di kampus UGM, Sleman, D.I. Yogyakarta, Rabu, mengatakan bahwa komunikasi tersebut sejak pekan lalu meski belum memerinci bentuk komunikasi dan pemeriksaan oleh aparat.

"Sudah ada kontak dengan teman-teman dari Polri, sudah ada. Masih terkait yang tadi (kasus ijazah). Detailnya nanti teman-teman Polri yang menyampaikan," katanya.

Baca Juga: Bedah Ijazah Jokowi, Kagama Cirebon Ajak Diskusi Ahli Digital Forensik

Andi menegaskan bahwa UGM siap mendukung proses hukum dan akan memberikan data yang dibutuhkan jika diminta secara resmi oleh aparat penegak hukum, termasuk oleh pengadilan.

"UGM dengan tegas, kalau ada permintaan resmi dari aparat penegak hukum, akan siap untuk memberikan dan bersaksi, termasuk pengadilan. Kalau nanti memerintahkan untuk bersaksi, kami akan siap bersaksi dengan data dan fakta yang kami miliki," ujar dia dikutip antara.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mulai menyiapkan data sejak komunikasi dengan kepolisian berlangsung pekan lalu.

"Prinsipnya kami mendukung proses itu dan menyiapkan data-data untuk keperluan penyelidikan yang mereka sampaikan," ucap Andi Sandi.

Baca Juga: Turnamen Free Fire World Series SEA Spring 2025 DIMULAI, Medan Perang SELEKSI ELITE Menuju Panggung Dunia, 5 Tim Indonesia SIAP ke ZONA TEMPUR

Sebelumnya, mantan Presiden RI Joko Widodo mempertimbangkan akan membawa persoalan ijazah kuliahnya yang dipermasalahkan sejumlah pihak ke ranah hukum.

"Saya mempertimbangkan karena ini sudah jadi fitnah di mana-mana," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/4).

Jokowi mengatakan bahwa polemik tersebut juga termasuk pencemaran nama baik sehingga pihaknya mempertimbangkan untuk melaporkan hal tersebut kepada aparat hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya keinginan sejumlah pihak, salah satunya Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang meminta Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya yang diterbitkan UGM.***