POJOKSATU.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas.

Kali ini, pasukan militer Israel dilaporkan merusak sejumlah kamera pengawas milik Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon Selatan, memicu reaksi keras dari misi penjaga perdamaian UNIFIL.

Dalam laporan terbaru, sedikitnya 17 kamera CCTV yang terhubung langsung ke Markas Besar UNIFIL di Naqura dilaporkan hancur dalam waktu kurang dari 24 jam.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Sistem INAku, Bayi Baru Lahir di Indonesia Bakal Otomatis Jadi Peserta Aktif BPJS Kesehatan

Informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat keamanan PBB yang enggan disebutkan identitasnya.

Perusakan tersebut diduga dilakukan menggunakan teknologi canggih. Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengungkapkan bahwa kamera-kamera itu kemungkinan dihancurkan menggunakan perangkat berbasis laser.

“Indikasinya kuat, kamera tersebut dirusak dengan alat seperti laser,” ujar Ardiel.

Baca Juga: Krisis Energi di Depan Mata, Jusuf Kalla Minta Pemerintah Berani Kurangi Subsidi BBM Demi Tekan Defisit dan Utang Negara

Tak hanya itu, kehadiran militer Israel di wilayah Naqura juga dilaporkan semakin intens dalam beberapa hari terakhir.

Aktivitas pembongkaran besar-besaran terhadap bangunan di desa tersebut disebut turut memperburuk situasi di lapangan.

Sejak konflik antara Israel dan Hizbullah kembali pecah pada awal Maret, pasukan UNIFIL berada dalam posisi yang sangat rentan.

Baca Juga: Hujan Disertai Angin Kencang, 25 Titik di Tangsel Terendam Banjir dan 13 Lokasi Longsor

Mereka kerap terjebak di tengah baku tembak antara kedua pihak yang bertikai.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pada fasilitas, tetapi juga personel. Sebelumnya, serangan yang terjadi di wilayah tersebut telah menyebabkan kerusakan pada markas UNIFIL akibat gelombang ledakan proyektil.

Lebih tragis lagi, tiga personel pasukan perdamaian asal Indonesia dilaporkan gugur dalam dua insiden terpisah pekan lalu.

Selain itu, ledakan susulan beberapa hari kemudian kembali melukai tiga anggota pasukan Indonesia lainnya.

Di sisi lain, militer Israel membantah tuduhan tersebut. Mereka mengklaim bahwa kerusakan yang terjadi di pos UNIFIL disebabkan oleh roket yang ditembakkan oleh kelompok Hizbullah.

Baca Juga: Lagi Viral! 30 Prompt Gemini AI TikTok dari Cinematic sampai Horor, Lengkap Cara Bikin Konten FYP

Sejak didirikan pada 1978, UNIFIL telah kehilangan total 97 personel dalam berbagai konflik di kawasan tersebut.

Insiden terbaru ini menambah panjang daftar risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian.

Situasi yang terus memanas membuat PBB dikabarkan tengah menyiapkan langkah protes resmi.

Baca Juga: Tiga Oknum Kopassus Tersangka Pembunuhan Kacab BRI Ilham Pradipta Mulai Disidang di Pengadilan

Dunia kini menyoroti perkembangan konflik ini dengan kekhawatiran akan dampak yang semakin meluas.***