POJOKSATU.id - Sebanyak sembilan orang dilaporkan tewas setelah badai siklon tropis Gezani dengan kecepatan angin lebih dari 195 km/jam menerjang Madagaskar.

Badai tersebut menyebabkan kerusakan parah di sejumlah permukiman warga dan memicu status darurat di beberapa wilayah terdampak.

Siklon Gezani menghantam kota pelabuhan Toamasina di wilayah timur Madagaskar dengan angin kencang disertai hujan lebat.

Banyak bangunan dan infrastruktur rusak akibat terjangan badai tersebut. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 19 orang mengalami luka-luka akibat peristiwa itu.

Layanan cuaca nasional setempat juga mengeluarkan peringatan darurat di beberapa wilayah, termasuk ibu kota Antananarivo.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Kenaikan Gaji Pensiunan Lama Capai 200%! Jika Dirapel Bisa Capai Rp10 Juta per Orang

Peringatan tersebut berkaitan dengan potensi banjir dan tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi dan angin ekstrem.

Peristiwa ini terjadi kurang dari dua pekan setelah badai siklon tropis sebelumnya juga melanda negara kepulauan tersebut dan menewaskan 14 orang.

Kondisi ini memperlihatkan tingginya risiko bencana hidrometeorologi yang terus membayangi Madagaskar.

Di belahan dunia lain, Badai Leonardo turut membawa dampak besar di Semenanjung Iberia. Badai tersebut melanda Spanyol dan Portugal, menyebabkan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Leonardo memicu banjir, tanah longsor, serta gangguan luas di berbagai wilayah. Ribuan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.

Baca Juga: TPG THR 2025 Cair di Gorontalo dan Donggala, Guru Daerah Lain Diminta Cek Dapodik dan Rekening Agar Tidak Tertahan

Para pejabat setempat mengeluarkan peringatan bahaya pada Kamis, 5 Februari 2026, guna mengantisipasi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem tersebut.

Rentetan bencana ini kembali menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem bisa datang tanpa kompromi.

Di berbagai belahan dunia, kesiapsiagaan dan solidaritas menjadi kunci agar dampak bencana tak semakin meluas dan memakan korban lebih banyak lagi.***