POJOKSATU.id,-- Lebih dari 300 gempa bumi mengguncang California Selatan, Amerika Serikat (AS), dalam 24 jam terakhir pada Minggu (17/5/2026).

Data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan gempa ini hingga bermagnitudo 4,7.

Rangkaian gempa yang terjadi secara cepat ini membuat tim darurat bersiaga, sedangkan para ilmuwan menilai apakah guncangan tersebut merupakan aktivitas seismik rutin atau tanda awal dari peristiwa yang lebih besar.

Baca Juga: Presiden Akui MBG Banyak Masalah, Singgung Integritas Lemah Jika Berurusan dengan Uang

Belum ada laporan korban luka ataupun kerusakan akibat rangkaian gempa tersebut. Peringatan tsunami juga tidak dikeluarkan.

Sistem pemantauan real-time USGS mendeteksi gempa-gempa kecil di area terkonsentrasi di California Selatan selama dua hari.

Mayoritas gempa ini tercatat berkekuatan kecil. Kantor Layanan Darurat Gubernur California (Cal OES) dan lembaga-lembaga lokal pun mengaktifkan protokol pemantauan.

Baca Juga: Niat Puasa Dzulhijjah Siang Hari, Lengkap untuk Puasa 1-7 Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

USGS mencatat, sistem patahan kompleks di California Selatan acap kali menghasilkan rangkaian gempa bumi.

Jaringan Seismik California Selatan (SCSN) juga memperbarui data gempa setiap beberapa menit.

Sejauh ini tidak ada indikasi gempa besar akan segera terjadi. Meski demikian, warga tetap diminta meninjau kembali perlengkapan darurat, rencana komunikasi, serta memastikan akses ke sistem peringatan gempa bumi California.

Pejabat negara bagian menyebut, lonjakan aktivitas seismik terbaru itu masih konsisten dengan pola gempa berkekuatan rendah yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Pola semacam itu telah lama tercatat di California Selatan. Para ilmuwan USGS juga mencatat bahwa gempa bumi beruntun bukan hal yang tidak biasa di laboratorium alami sistem patahan California Selatan.***