POJOKSATU.id — Patung Merlion menjadi salah satu simbol paling terkenal yang identik dengan Singapura.

Patung berkepala singa dengan tubuh ikan tersebut tidak hanya menjadi ikon wisata, tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan asal-usul Negeri Singa.

Nama Merlion berasal dari gabungan dua kata, yakni "mer" yang berarti laut dan "lion" yang berarti singa.

Bentuk tubuh ikan melambangkan awal mula Singapura sebagai sebuah desa nelayan bernama Temasek. Dalam bahasa Jawa Kuno, Temasek memiliki arti kota laut.

Baca Juga: Kemenag Luncurkan Beasiswa INSIGHT, Targetkan 100 Ribu Mahasiswa Asing Kuliah di Indonesia

Sementara itu, kepala singa pada patung Merlion berkaitan dengan legenda Sang Nila Utama, seorang pangeran dari Palembang yang diyakini tiba di pulau tersebut pada abad ke-13.

Dalam kisah yang berkembang, Sang Nila Utama melihat seekor hewan yang diyakini sebagai singa.

Sejak saat itu, wilayah tersebut diberi nama Singapura yang berasal dari bahasa Sanskerta, yakni "Simha" yang berarti singa dan "Pura" yang berarti kota.

Meski memiliki keterkaitan dengan sejarah masa lampau, patung Merlion sendiri bukanlah peninggalan kuno.

Baca Juga: Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan ke Singapura, Ada Universal Studios hingga Jewel Changi

Simbol ini pertama kali diperkenalkan pada 1964 sebagai logo resmi Singapore Tourism Board atau badan pariwisata Singapura.

Konsep Merlion dirancang oleh Fraser Brunner, seorang kurator akuarium sekaligus anggota komite suvenir lembaga tersebut.

Setelah itu, pembuatan patung Merlion dipercayakan kepada pematung asal Singapura, Lim Nang Seng.

Baca Juga: Tutup MagangHub Batch III, Menaker Ajak Peserta Ikuti Sertifikasi Kompetensi untuk Perkuat Daya Saing

Proses pembangunan patung dimulai pada 1971 dan rampung pada 1972. Patung utama memiliki tinggi sekitar 8,6 meter dengan berat mencapai 70 ton.

Patung Merlion kemudian diresmikan pada Senin, 15 September 1972 oleh Perdana Menteri pertama Singapura, Lee Kuan Yew.

Saat itu, patung tersebut ditempatkan di muara Sungai Singapura dan menghadap langsung ke laut.

Namun, seiring perkembangan kawasan sekitar, keberadaan Jembatan Esplanade yang dibangun pada akhir 1990-an membuat pemandangan patung Merlion menjadi kurang terlihat dari berbagai arah.

Baca Juga: Sidang Tuntutan Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Terdakwa Priyo Disetujui Justice Collabolator

Karena itu, pada 2002, patung Merlion dipindahkan sekitar 120 meter dari lokasi semula menuju Merlion Park yang menjadi tempatnya saat ini.

Lokasi baru tersebut menawarkan pemandangan yang lebih terbuka dengan latar kawasan Marina Bay yang modern.

Selain patung utama, di kawasan tersebut juga terdapat patung Merlion berukuran lebih kecil yang dikenal sebagai Merlion Cub.

Patung anak Merlion itu memiliki tinggi sekitar dua meter dan menjadi pelengkap dari ikon wisata tersebut.

Baca Juga: Info Lengkap Ujian Mandiri Polman Bandung 2026 Digelar 18 Juni, Simak Lokasi, Tata Tertib, dan Jumlah Soalnya

Bagi masyarakat Singapura, Merlion memiliki makna yang sangat penting.

Tubuh ikan melambangkan akar sejarah negara tersebut sebagai kota pelabuhan dan desa nelayan, sedangkan kepala singa menjadi simbol keberanian, kekuatan, serta identitas Singapura sebagai Kota Singa.

Hingga kini, Merlion tetap menjadi salah satu landmark paling ikonik di Singapura.

Hampir setiap wisatawan yang datang ke negara tersebut menjadikan Merlion Park sebagai destinasi wajib untuk dikunjungi dan diabadikan melalui foto dengan latar keindahan Marina Bay.***