POJOKSATU.id, JAKARTA— Militer AS melakukan penyerangan ke Iran selatan tepatnya di Pelabuhan Bandar Abbas pada Senin (25/5/2026) waktu setempat.

Dilansir kantor berita Al Jazeera dan AFP, pasukan AS menyerang kapal perang dan lokasi peluncuran rudal milik Iran. AS mengklaim serangan ini sebagai pembelaan diri.

"Pasukan AS melakukan tindakan membela diri hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran," kata Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat militer AS, seperti yang dilaporkan oleh Fox News dilansir Selasa (26/5).

Baca Juga: Sejarah Unitomo, Kampus di Surabaya yang Berawal dari Akademi Tahun 1961

Hawkins mengatakan target serangan kali ini ke lokasi peluncuran rudal-rudal di Iran. AS juga menargetkan serangan di kapal-kapal Iran yang memasang ranjau.

"Targetnya termasuk lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau. Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung," kata Hawkins, menurut laporan tersebut.

Ledakan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas di Iran selatan. Kantor berita semi-resmi Mehr melaporkan bahwa situasi telah terkendali.

Menurut laporan SNN yang berbasis di Iran, serangan terhadap kapal-kapal Iran terjadi di selatan Pulau Larak, di bagian tersempit Selat Hormuz, yang masih berada di bawah blokade ganda AS-Iran.

Baca Juga: AS dan Iran Disebut akan Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari dan Selat Hormuz Dibuka

Setidaknya tiga pelaut Iran dilaporkan tewas. Media tersebut juga melaporkan serangkaian ledakan di Bandar Abbas, tempat pangkalan Angkatan Laut Iran berada.

Jurnalis Al Jazeera, Ali Hashem, mengutip seorang pejabat Iran yang mengatakan bahwa IRGC menargetkan sebuah kapal tak dikenal setelah jet tempur AS menyerang kapal-kapal IRGC.

Sumber tersebut menambahkan bahwa suara tembakan terdengar di dekat Bandar Abbas. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Pasukan AS telah melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” ujar CENTCOM.

“Targetnya termasuk situs rudal dan kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau," lanjut CENTCOM lagi.***