POJOKSATU.id, JAKARTA-- Rusia bersiap melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina sebagai aksi balasan atas serangkaian serangan Kyiv yang menyasar infrastruktur sipil serta fasilitas minyak dan energi Rusia.
“Pasukan Rusia telah memulai persiapan untuk serangan besar-besaran terhadap fasilitas di sektor energi Ukraina sebagai tanggapan terhadap serangan berkelanjutan rezim Kyiv terhadap infrastruktur sipil dan kompleks minyak dan energi Rusia,” kata Kementerian Pertahanan Rusia melalui Telegram pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Kantongi Daftar 40 Perusahaan Baja Diduga Bermasalah dengan Pajak
Ancaman serangan masif ini muncul di tengah eskalasi serangan jarak jauh antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.
Kedua pihak saling menargetkan sejumlah fasilitas strategis, mulai dari gudang, perusahaan, fasilitas minyak dan pelabuhan hingga kapal, yang turut meningkatkan jumlah korban sipil.
Pada musim dingin lalu, Moskow berulang kali menggempur pembangkit listrik Ukraina.
Baca Juga: Teks MC Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap, Ada Prolog dan Penutup
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sektor energi negara itu dan membuat jutaan warga harus menghadapi kondisi tanpa listrik serta dalam suhu di bawah titik beku.
Pada Minggu, militer Rusia mengklaim telah menyerang sebuah pabrik di Kyiv yang memproduksi asbes dan semen.
Rusia menyebut gudang di fasilitas tersebut digunakan untuk menyimpan bahan peledak. Moskow juga mengklaim telah menyerang produsen drone dan amunisi.
Sehari sebelumnya, serangan Rusia terhadap sebuah depot amunisi di pinggiran Kyiv memicu ledakan besar dan menewaskan sedikitnya 37 orang.
Sementara itu, Ukraina juga melancarkan serangan drone terhadap sebuah kilang minyak di wilayah barat laut Rusia hingga memicu kebakaran, menurut otoritas setempat.***

