POJOKSATU.id,-- Roket atau rudal Iran kembali menghantam kota Arad di Israel selatan yang meruntuhkan sejumlah bangunan dan melukai sedikitnya 64 orang.

Mengutip Aljazeera pada Senin 23 Maret 2026, tim penyelamat dikabarkan masih mencari korban selamat yang terjebak di bawah reruntuhan.

Sebelumnya, serangan rudal yang ditembakkan dari Iran pada 21 Maret 2026 menyebabkan 175 orang, termasuk 10 orang mengalami luka serius, di kota Arad dan Dimona, Israel selatan.

Baca Juga: Ultimatum 48 Jam Trump Disikapi Iran dengan Ancaman Menutup Sepenuhnya Selat Hormuz

Diketahui, eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas setelah Iran membalas serangan Israel yang melancarkan serangan ke fasilitas nuklir terbesar Iran di Natanz Nuclear Facility.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggambarkan situasi tersebut sebagai malam yang sangat sulit.

“Ini malam yang sangat sulit dalam pertempuran untuk masa depan negara kita. Doa kami untuk para korban luka agar segera pulih,” kata Netanyahu dalam keterangannya.

Sementara Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, yang berada di lokasi kejadian, menegaskan bahwa Israel akan terus melanjutkan perlawanan hingga meraih kemenangan.

Baca Juga: Kisah Pemudik Tersesat di Hutan Parunggalih Pemalang, Berawal Dari Masuk Jalur Aneh Berujung Nyasar

"Saya datang untuk memberi kekuatan. Saya datang untuk merangkul penduduk di sini. Saya datang untuk menguatkan mereka,” katanya.

Rakyat Israel menurutnya kuat. Dia menyebut Iran mencoba untuk menyakiti Israel.

“Tetapi kita ingat satu hal. Kita sedang berperang. Ini adalah perang di mana kita harus terus menghancurkan untuk meraih kemenangan," ujarnya.

Meningkatnya serangan terhadap infrastruktur dan kawasan permukiman sipil memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik menjadi perang regional yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.***