POJOKSATU.ID - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan sebuah resolusi yang mengecam tindakan Iran dan mendesak negara tersebut segera menghentikan serangan ke sejumlah negara di kawasan Teluk.
Resolusi yang disahkan pada Kamis (12/3/2026) itu secara tegas mengutuk tindakan Republik Islam Iran yang dinilai menyerang beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Dalam isi resolusi tersebut, Dewan Keamanan PBB meminta Iran segera menghentikan seluruh serangan terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), serta Yordania.
Keputusan tersebut diambil dengan alasan bahwa tindakan Iran dinilai berpotensi memperburuk situasi keamanan kawasan serta mengancam stabilitas jalur perdagangan internasional, terutama di wilayah strategis Selat Hormuz.
Amerika Serikat menyatakan bahwa serangan Iran telah menimbulkan ketegangan serius di kawasan Teluk.
Washington menilai tindakan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas regional serta membahayakan arus perdagangan global yang melewati jalur laut penting tersebut.
Baca Juga: 'Tunggu Aku Sukses Nanti', Film Keluarga yang Menggugah Hati Tayang Lebaran 2026
Meski demikian, resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut tidak memuat tuntutan kepada Amerika Serikat maupun Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran.
Hal ini memicu kritik dari pihak Iran yang menilai resolusi tersebut tidak mencerminkan fakta di lapangan secara utuh.
Pemerintah Iran menolak resolusi itu dan menuduh Dewan Keamanan PBB telah mengabaikan serangan yang lebih dulu dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya.
Teheran menilai tindakan militernya merupakan bentuk pertahanan diri terhadap serangan yang dilakukan kedua negara tersebut.
Menurut pernyataan resmi Iran, sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di negara-negara Arab dijadikan sasaran serangan karena pangkalan tersebut digunakan untuk meluncurkan rudal ke Iran.
Selain itu, pangkalan militer tersebut juga disebut berperan dalam mengintervensi rudal yang diluncurkan Iran ke arah Israel.
Situasi ini memperlihatkan semakin meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang melibatkan sejumlah negara besar serta sekutu regional mereka.
Baca Juga: UKPPPG Guru Tertentu Periode 2 Tahun 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal dan Syarat Lengkapnya
Analis menilai konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi memicu eskalasi lebih luas apabila tidak segera diupayakan langkah diplomasi untuk meredakan ketegangan.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa pihak-pihak yang terlibat akan menghentikan aksi militernya dalam waktu dekat.***

