POJOKSATU.id, JAKARTA— Rencana perdamain Iran dan Amerika Serikat (AS) menarik perhatian dunia saat ini. Ada kemungkinan lima hal yang menjadi isi perdamaian itu.
Berikut gambaran atau dugaan kemungkinan isi dari perjanjian damai tersebut
1.Rezim Iran Tetap Bertahan
Pemerintahan atau rezim Iran akan tetap. Tidak ada pergantian rezim di negara mayoritas Syiah ini.
“Kesepakatan yang muncul tidak mencapai satupun tujuan perang Israel. Rezim tetap bertahan, program rudalnya tetap utuh, dan Iran dapat membangun kembali program nuklirnya,” tulis Yair Lapid di laman X, dilansir RT.
Ia berpendapat bahwa kesepakatan tersebut merupakan kegagalan total oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Yair Lapid merupakan eks PM Israel masa pemerintahan 2022.
2.Pengayaan Uranium Tetap
Iran telah lama bersikeras bahwa pengayaan uranium adalah hak kedaulatannya. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan pada hari Jumat bahwa nota kesepahaman akan fokus pada pengakhiran perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Iran sambil memberikan jangka waktu 60 hari untuk negosiasi lebih lanjut tentang program nuklir Iran. Teheran membantah bahwa mereka berupaya mengembangkan senjata nuklir.
Meskipun detail pasti dari kesepakatan tersebut belum dipublikasikan, Trump mengatakan Iran akan berjanji untuk tidak mencari senjata nuklir, dan AS akan mengurangi dan menghancurkan persediaan uranium yang diperkaya Iran.
3.Kejutkan Netanyahu
Namun, menurut Axios dan CNN, berita bahwa kesepakatan hampir tercapai mengejutkan Netanyahu.
Baca Juga: Donald Trump Klaim Iran dan Amerika Serikat Capai Kesepakatan Akhiri Perang
Trump mengatakan Israel tidak akan punya pilihan selain menerima perjanjian tersebut dan mengakui bahwa ia menekan Netanyahu untuk menghentikan serangan udara Israel di Lebanon selama beberapa percakapan telepon yang panas.
Baik Demokrat maupun Republikan yang berbeda pendapat telah menuduh Trump berperang dengan Iran atas nama Israel. Trump telah menolak klaim tersebut, bersikeras bahwa ia bertindak demi kepentingan AS.
4.Selat Hormuz akan Dibuka
Sebelumnya, sebuah kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran akan ditandatangani pada hari Minggu, kata Presiden AS Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Teheran sebelumnya membantah bahwa kesepakatan dapat dicapai pada hari Minggu, meskipun tidak mengesampingkan kesepakatan "dalam beberapa hari mendatang." Kedua negara telah terlibat dalam pembicaraan yang dimediasi oleh Pakistan selama lebih dari dua bulan setelah gencatan senjata yang dicapai pada awal April. Negosiasi tersebut terjadi setelah AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada akhir Februari.
5.Israel Hentikan Operasi di Lebanon
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pada hari Sabtu bahwa kesepakatan kemungkinan akan tercapai dalam 24 jam ke depan.
“Kemungkinan bahwa kesepakatan itu dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang tidak dapat dikesampingkan,” kata Esmaeil Baghaei adalah Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran.
Baghaei menambahkan bahwa nota kesepahaman, yang saat ini sedang dirancang, akan fokus sepenuhnya pada pengakhiran konflik antara AS dan Iran, sementara masalah nuklir tidak akan dibahas.***

