POJOKSATU.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan peringatan serius terkait konflik yang terus memanas di Timur Tengah.

Ia menyebut dampak dari perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi sebesar bahkan setara dengan pandemi COVID-19 yang pernah melumpuhkan dunia.

Dalam pernyataannya di Moskow, Putin mengakui bahwa arah konflik saat ini masih sulit diprediksi.

Baca Juga: Kesaksian Korban Selamat Ungkap Detik-detik Travel Terjun ke Jurang di Majalengka

Bahkan, menurutnya, pihak-pihak yang terlibat langsung dalam perang pun belum tentu bisa memperkirakan dampak yang akan terjadi.

“Konsekuensi konflik di Timur Tengah sangat sulit diprediksi secara akurat,” ujarnya, dilansir Reuters Jumat (27/3/2026).

Meski demikian, sejumlah pihak telah mulai membandingkan potensi dampak perang tersebut dengan pandemi COVID-19.

Baca Juga: Bapemperda DPRD Jabar Matangkan Raperda Strategis, Tata Kelola Sampah Bandung Barat Jadi Acuan

Putin menilai perbandingan itu bukan tanpa alasan, mengingat skala gangguan yang mulai terlihat di berbagai sektor global.

Konflik yang berlangsung telah memicu tekanan besar pada rantai pasokan internasional, logistik, hingga sektor industri strategis seperti energi, logam, dan pupuk.

Kondisi ini mengingatkan pada situasi saat pandemi COVID-19, di mana aktivitas ekonomi global melambat drastis.

Baca Juga: TPS Liar di Karawang Kulon Bikin Resah, Sampah Meluber hingga Tutup Jalan

“Dampaknya bisa dibandingkan dengan epidemi virus Corona yang memperlambat perkembangan di semua wilayah dunia,” tegas Putin.

Situasi di Timur Tengah sendiri terus memburuk sejak serangan gabungan besar-besaran AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut menewaskan lebih dari seribu orang, termasuk tokoh penting Iran.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel dan kawasan Teluk.

Serangan balasan itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memperluas eskalasi konflik.

Dampak lain yang mulai terasa adalah terganggunya Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global.

Baca Juga: Dampak UU HKPD Mulai Bikin Kekhawatiran, Apakah Kesejahteraan ASN Bakal Terancam? Ini Penjelasannya

Pembatasan aktivitas di wilayah tersebut menyebabkan lonjakan biaya pengiriman dan harga minyak dunia.

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah tidak hanya menjadi krisis regional, tetapi juga ancaman serius bagi stabilitas ekonomi global.***