POJOKSATU.id - Seorang prajurit muda Amerika Serikat bernama Aaron Bushnell melakukan aksi bakar diri di depan Kedutaan Besar Israel di Washington DC pada Minggu (25/2), sambil berteriak "Free Palestine!".
Bushnell, dalam siaran langsung di akun Twitch-nya, menyatakan penolakannya terhadap tindakan genosida.
Profil Bushnell di LinkedIn menunjukkan dia sebagai seorang "calon insinyur perangkat lunak" dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman dalam pengembangan perangkat lunak dan administrasi sistem Linux.
Baca Juga: PB HMI Tuntut Pemerintah turunkan Harga Beras
Sebelumnya, dia bekerja sebagai pengembang IT di sebuah situs e-commerce lokal dan kemudian bergabung dengan Angkatan Udara AS.
Dia menjabat sebagai pegawai DevOps Engineer di pangkalan di San Antonio, Texas.
Meskipun video aksi Bushnell di Twitch telah dihapus, versi yang di-blur secara digital diunggah kembali oleh akun lain dengan izin keluarganya.
Sebelum aksinya, Bushnell telah membagikan rencananya di akun Facebook-nya.
Baca Juga: Ini Kata Agensi Terkait Desas-Desus Hubungan Romantis Gong Myung dengan Kim Doyeon dari Weki Meki
Dia menganggap tindakan ekstremnya sebagai respons terhadap situasi yang mirip dengan era perbudakan, Jim Crow Selatan, dan apartheid.
Jim Crow adalah serangkaian hukum di tingkat negara bagian yang menerapkan segregasi rasial di selatan AS dari tahun 1876 hingga 1965.
Sedangkan apartheid adalah sistem pemisahan ras yang diterapkan di Afrika Selatan dari tahun 1948 hingga 1990-an.***
