POJOKSATU.id, JAKARTA-- Presiden Prabowo Subianto didesak segera mempercepat evakuasi terhadap 380 WNI yang berada di Teheran, Iran.
Saat ini status Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sudah siaga 1, seiring meningkatkan eskalasi konflik perang Israel vs Iran.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono telah menetapkan status KBRI di Teheran menjadi siaga 1. Sugiono mengatakan, terdapat sekitar 380 orang WNI yang berada di Iran, khususnya di wilayah Teheran.
Ia pun telah menginstruksikan KBRI Teheran untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap kemungkinan pelaksanaan evakuasi WNI, sebagai bagian dari langkah kontingensi menghadapi situasi tidak menguntungkan.
Baca Juga: Kura Israel
Menurut Sugiono, Kemlu juga telah menjalin komunikasi dengan negara-negara tetangga Iran guna memohon pemberian kemudahan akses lintas batas apabila proses evakuasi WNI harus dilakukan dalam waktu dekat.
Sementara itu Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan kepada wartawan, Jumat (20/6/2025) meminta pemerintah mengambil langkah terukur lantaran rencana evakuasi WNI via udara sulit dilakukan.
“Situasi konflik di kawasan tersebut tentu sangat memperihatinkan bagi kita semua. Kita minta evakuasi WNI di Iran segera dipercepat," katanya.
Evakuasi segera ini buntut peperangan Iran-Israel yang menyebabkan penerbangan sipil tak kondusif.
Baca Juga: Sosok Amanda Zahra, Selebgram Viral di X Ternyata Sarjana Kedokteran UGM
"Saya dengar evakuasi tidak bisa melalui jalur udara tapi lewat darat, melalui Turki dan (negara) lainnya. Untuk itu, pemerintah harus memastikan agar jalur evakuasi darat benar-benar aman," kata Nico.
Nico juga mengimbau KBRI di Teheran agar selalu memantau WNI yang masih berada di wilayah konflik. Pemerintah juga diminta terus memastikan kondisi WNI yang disebut ada di Israel.
"Fasilitasi setiap kebutuhan mereka termasuk penyediaan logistik seperti makanan dan akomodasi. Berikan pengawalan di titik-titik perlintasan, pastikan WNI kita aman," kata Nico.***




