POJOKSATU.id, JAKARTA— Pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, menanggapi keras pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Zelensky secara terbuka meminta agar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menculik Ramzan Kadyrov.
Kadyrov menyebut Zelensky bersikap pengecut karena hanya mendorong AS bertindak, tanpa berani melakukannya sendiri.
“Si badut itu menyarankan agar pihak berwenang AS menculik saya. Dia bahkan tidak mengancam akan melakukannya sendiri, seperti yang akan dilakukan seorang pria,” tulis Kadyrov di kanal Telegram-nya, dikutip dari RT, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: RESMI! Metode Baru Pencairan Tunjangan Guru 2026, Skema Ini Diklaim Akhiri Drama Telat Cair
“(Zelensky) dengan pengecut memilih berdiri di samping dan menonton dari jarak aman," lanjutnya.
Pernyataan Kadyrov muncul setelah Zelensky secara terbuka mendesak Washington untuk menculik kepala Republik Chechnya tersebut.
Menurut Zelensky, langkah ekstrem itu akan memberi tekanan kuat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan berpotensi mempercepat berakhirnya konflik Ukraina.
Baca Juga: PPPK Kementerian HAM 2026 Tawarkan KONTRAK 5 Tahun! 500 Formasi Dibuka hingga 23 Januari
Zelensky menyampaikan seruan tersebut sembari meminta para pendukung Barat meningkatkan tekanan terhadap Moskow.
Ia bahkan mencontohkan operasi penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai model tindakan yang dianggap efektif.
“Seluruh dunia dapat melihat hasilnya. Mereka melakukannya dengan cepat. Baiklah, biarkan mereka melakukan semacam operasi terhadap Kadyrov. Mungkin setelah itu Putin akan melihat ini dan memikirkannya,” kata Zelensky.***

