POJOKSATU.id, JAKARTA—Dalam suasana perang, ternyata rasa kemanusiaan masih tersisa, buktinya Iran memberitahukan lebih dulu bahwa mereka akan menyerang pangkalan militer AS di Al Udeid, Qatar.
Menanggapi sikap baik Iran ini, Presiden AS Donald Trump menyampaikan ucapan terima kasih kepada Iran. Dan tak lama sesudahnya Trump mengklaim bahwa ada gencatan senjata antara Iran dan Israel.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berterima kasih kepada Iran karena memberi tahu lebih dahulu sebelum menyerang pangkalan militer AS di Al Udeid, Qatar, Senin malam (23/6/2025) waktu setempat.
Baca Juga: Menlu Iran Bantah Ada Gencatan Senjata dengan Israel Seperti Klaim Donald Trump
“Saya ingin berterima kasih kepada Iran karena memberi kami pemberitahuan awal, yang memungkinkan tidak ada nyawa hilang, dan tidak ada yang terluka,” ujarnya di media sosial Truth Social, dikutip dari CNN.
Menurut Trump, peringatan dini itu membantu AS menghindari korban jiwa dan kerusakan signifikan di pangkalan militer mereka.
Sumber anonim yang berbicara kepada jurnalis CNN di Tel Aviv, Israel, membenarkan bahwa Iran memberikan pemberitahuan awal kepada AS dan otoritas Qatar beberapa jam sebelum rudal ditembakkan dari Iran.
Sementara itu, dikutip dari CBS News, Trump tidak menjelaskan secara rinci bagaimana Iran memberikan peringatan atau cara menyampaikannya, tetapi diduga memang ada pemberitahuan dari Teheran agar militer AS dapat meminimalkan kerusakan dan menghindari eskalasi.
Berkat pemberitahuan itu, militer Qatar dapat melakukan persiapan dan berhasil mencegat hampir semua rudal yang ditembakkan Iran ke arah pangkalan udara Al Udeid.
Dari total 19 rudal yang diluncurkan, hanya satu yang lolos dan jatuh di area pangkalan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Sebanyak tiga pejabat Iran yang diwawancarai The New York Times mengatakan tujuan pemberitahuan Iran ke AS adalah langkah meminimalkan jatuhnya korban jiwa.
Sekitar pukul 19.30 waktu setempat, Senin (23/6), tujuh rudal pertama diluncurkan dari Iran. Seluruh rudal tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan di atas laut sebelum mencapai wilayah udara Qatar.
"Ini dikalibrasi dan dikomunikasikan dengan cara yang tidak akan mengakibatkan korban Amerika, sehingga ada jalan keluar bagi kedua pihak," kata Ali Vaez, penasihat senior di International Crisis Group, kepada AFP.***

