POJOKSATU.ID - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan langkah strategis di tengah memanasnya situasi Timur Tengah.
Ia menyatakan Prancis tengah menyiapkan kerja sama internasional untuk membuka kembali akses Selat Hormuz melalui operasi damai.
Pernyataan itu disampaikan Macron saat berbicara di hadapan mahasiswa Universitas Yonsei dalam kunjungannya ke Korea Selatan, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: MIRIS! Honor PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Jadi Sorotan, DPRD Dorong Kenaikan 3 Kali Lipat
“Kami ingin membuka kembali Selat Hormuz,” ujar Macron, menegaskan pentingnya jalur tersebut bagi stabilitas global.
Menurutnya, Prancis tidak bergerak sendiri. Sejumlah negara tengah diajak berkolaborasi untuk menjalankan misi pengawalan kapal tanker dan kapal logistik yang melintasi perairan strategis tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Ketegangan yang terjadi akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat jalur ini terganggu, sehingga berdampak langsung pada lonjakan harga energi global.
Macron menjelaskan, rencana operasi ini akan mengedepankan pendekatan damai.
Pelaksanaannya pun bergantung pada kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan tercapainya gencatan senjata atau stabilitas yang lebih baik di kawasan.
Baca Juga: PPPK Tak Perlu Cemas, Pemerintah Siapkan Solusi di Tengah Efisiensi Anggaran
Selain itu, Prancis juga mendorong adanya mekanisme dekonfliksi dengan Iran. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan jalur pelayaran tanpa memperburuk ketegangan yang sudah ada.
Tak hanya fokus pada pengamanan jalur laut, Macron juga menyinggung pentingnya pengawasan terhadap aktivitas nuklir dan militer Iran.
Ia menilai, transparansi dan pemantauan internasional menjadi kunci dalam menjaga stabilitas jangka panjang.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyerukan agar negara-negara sekutu, termasuk Prancis, ikut berperan dalam menjaga keamanan Selat Hormuz.
Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama global dalam menjaga jalur distribusi energi dunia.
Baca Juga: Lagi, Tiga Prajurit TNI di UNIFIL Jadi Korban Ledakan di Lebanon Selatan, Dua Alami Luka Serius
Jika Selat Hormuz tetap terganggu, dampaknya bisa dirasakan luas, mulai dari kenaikan harga minyak hingga tekanan ekonomi global.
Langkah Prancis ini pun dinilai sebagai upaya meredam eskalasi konflik sekaligus menjaga kepentingan internasional secara seimbang.***

