POJOKSATU.ID - Pertemuan Tingkat Menteri yang berlangsung di Amman dihadiri oleh deretan perwakilan pejabat dari berbagai negara.
Perwakilan resmi hadir mulai dari Aljazair, Arab Saudi, Mesir, Turki, hingga delegasi dari kawasan Asia Tenggara.
Sekretaris Jenderal Liga Arab beserta perwakilan Palestina turut berpartisipasi aktif dalam dialog strategis tersebut.
Kehadiran banyak negara penting ini mencerminkan tingginya kepedulian regional terhadap isu kedaulatan Yerusalem.
Baca Juga: Indonesia Inisiasi Pembangunan Koalisi Global South Mendukung Kemerdekaan Palestina
Diskusi intensif dalam forum tersebut akhirnya berhasil menyepakati dokumen pernyataan bersama atau Joint Statement.
Salah satu poin utama yang disepakati adalah komitmen penguatan terhadap lembaga-lembaga resmi Palestina di Yerusalem.
Para peserta pertemuan secara tegas menolak segala bentuk tindakan unilateral yang merusak status quo kawasan.
Pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem secara sepihak disepakati sebagai tindakan yang harus ditolak bersama.
Baca Juga: Langkah Kemensos Bentengi Rekening Bansos KPM dari Kejahatan dan Penggunaan Bansos yang Tepat!
Selain itu kesepakatan tersebut mendorong peluncuran kampanye media berskala luas di tingkat internasional.
Kampanye informasi ini bertujuan menyebarluaskan fakta mengenai dampak tindakan Israel terhadap stabilitas kawasan.
Dunia internasional perlu menyadari bahwa pelanggaran di Palestina mengancam perdamaian dan keamanan global.
Dokumen kesepakatan ini menjadi landasan bersama bagi negara-negara peserta untuk melancarkan aksi diplomasi lanjutan.
Sinergi antarnegara ini diharapkan mampu memberikan perlindungan nyata bagi warga serta wilayah hukum Palestina.
Konsensus bersama ini menandai babak baru penegakan keadilan internasional yang lebih terkoordinasi.***

