POJOKSATU.id, JAKARTA – Israel mengatakan kebakaran hutan besar-besaran yang terjadi di wilayah Yerusalem telah berhasil dikendalikan setelah hampir 30 jam pada Kamis 1 Mei 2025.
Kebakaran ini merusak 4.942 hektare lahan. Namun tidak ada korban jiwa manusia dalam kebakaran ini.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuduh bahwa kebakaran di Israel adalah disengaja.
"Saat ini kami menahan 18 orang yang diduga sengaja membakar, satu orang tertangkap basah," ujar Netanyahu yang dilansir dari Anadolu, Sabtu (3/5).
Baca Juga: Israel Serang Kamp Pengungsi Khan Yunis, Tiga Balita Tewas Bersama 8 Anggota Keluarganya
Namun Channel 12 melaporkan bahwa kebakaran utama di Jerusalem Hills tidak terjadi dengan sengaja. Berdasarkan penyelidikan kebakaran tersebut disebabkan oleh kelalaian.
Otoritas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengumumkan berhasil mengendalikan kebakaran besar yang terjadi di Jerusalem Hills pada hari Rabu, menurut lembaga penyiaran publik Israel KAN dan Channel 12.
Lembaga penyiaran negara mengatakan tim investigasi khusus telah dibentuk untuk mencari penyebabnya.
Radio Angkatan Darat Israel juga membantah klaim PM Netanyahu. Hanya tiga orang yang ditangkap atas dugaan pembakaran.
Baca Juga: Aktivis Islam Gelar Sosialisasi Boikot Produk Pendukung Israel di Karawang
Surat kabar Yedioth Ahronoth juga melaporkan bahwa tak ada bukti kebakaran di Israel itu disengaja.
Ribuan penduduk dari beberapa kota dievakuasi pada Rabu, 30 April 2025 akibat kebakaran hutan yang berkobar antara Yerusalem dan Tel Aviv.
Puluhan mobil terjebak dan pengemudi berjalan menyeberang jalan untuk menyelamatkan diri dari api.
Untuk memadamkan kebakaran, Israel telah meminta bantuan internasional. Sky News mewartakan bahwa sejumlah negara telah mengirimkan bantuan pesawat antara lain Spanyol, Italia, Prancis, Kroasia, Ukraina, dan Rumania.
Selain kebakaran, Israel juga dilanda badai pasir pada Rabu, 30 April 2025.***

