POJOKSATU.ID – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan tersebut.

Situasi ini pun mendapat perhatian serius dari pemerintah Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok secara resmi mendesak agar aksi militer yang terjadi segera dihentikan guna mencegah konflik berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

Baca Juga: Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Ini Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah

Beijing menilai eskalasi yang terus terjadi dapat berdampak luas terhadap stabilitas kawasan hingga ekonomi global.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, mengatakan pihaknya sangat khawatir terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah yang semakin memanas dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Mao Ning, langkah paling mendesak saat ini adalah menghentikan operasi militer agar konflik tidak semakin meluas dan memicu ketegangan baru di kawasan.

Baca Juga: Rangkuman Materi TKA SMP Matematika 2026: Kisi-kisi Lengkap Bilangan, Aljabar, hingga Geometri untuk Persiapan Ujian

“Kami sangat prihatin dengan ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah. Hal yang paling mendesak saat ini adalah segera menghentikan aksi militer, mencegah konflik meluas, dan menghindari eskalasi lebih lanjut,” kata Mao Ning, Jumat (6/3/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah laporan mengenai serangan drone yang menghantam wilayah eksklave Nakhchivan milik Azerbaijan pada Kamis lalu.

Insiden itu semakin menambah kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi merembet ke wilayah lain.

Baca Juga: Rangkuman Materi TKA Matematika SD dan MI 2026: Kisi-Kisi, Contoh Soal, dan Strategi Belajar yang Wajib Dipahami

Otoritas Azerbaijan melaporkan bahwa serangan drone tersebut melukai sedikitnya empat orang dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik.

Salah satu drone dilaporkan menghantam terminal di Bandara Internasional Nakhchivan, sementara drone lainnya jatuh di dekat sekolah di desa Shakarabad.

Dalam pernyataannya, Mao Ning juga menegaskan bahwa Tiongkok menentang keras aksi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurutnya, serangan tersebut dinilai melanggar hukum internasional serta berpotensi memperburuk situasi keamanan regional.

“Tiongkok menentang serangan militer terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan Israel yang melanggar hukum internasional,” tegasnya.

Baca Juga: Kabupaten Bandung Borong Medali FORNAS 2025, Bupati Dadang Supriatna Beri 'Kadeudeuh' untuk Atlet dan Pelatih

Lebih lanjut, Beijing juga menyatakan dukungannya terhadap Iran dalam mempertahankan kedaulatan serta integritas wilayahnya.

Pemerintah Tiongkok menilai setiap negara memiliki hak untuk menjaga keamanan dan kepentingan nasionalnya.

Selain persoalan keamanan, Tiongkok juga menyoroti potensi dampak konflik terhadap jalur perdagangan energi dunia, khususnya di Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital bagi distribusi minyak global.

Baca Juga: BBM Bandung Dipastikan Aman Meski Isu Selat Hormuz Memanas, Pertamina Minta Warga Tak Panic Buying

Gangguan terhadap stabilitas di wilayah tersebut dapat berdampak besar pada pasokan energi dunia serta memicu gejolak ekonomi internasional.

Karena itu, Tiongkok kembali menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan segera menghentikan operasi militer.

Menurut Beijing, komunitas internasional harus bekerja bersama untuk mendorong perdamaian serta memastikan stabilitas kawasan tetap terjaga.

“Komunitas internasional harus bekerja sama untuk mendorong perdamaian, menghentikan perang, dan menjaga stabilitas di Timur Tengah,” pungkas Mao Ning.***