POJOKSATU.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam. Iran secara terbuka mengancam akan menyerang hotel-hotel yang digunakan oleh tentara Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Peringatan keras itu disampaikan juru bicara angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi.

Dalam pernyataannya di televisi pemerintah Iran, ia menegaskan bahwa lokasi apa pun yang ditempati militer AS akan dianggap sebagai target sah.

Baca Juga: Kasus Korupsi Rp105 Miliar di Jambi Memanas, Terdakwa Justru Tahanan Rumah, PN dan Kejaksaan Saling Lempar Alasan

“Ketika pasukan Amerika masuk ke sebuah hotel, maka dari sudut pandang kami, tempat itu menjadi milik Amerika,” ujarnya, dilansir dari AFP, Jumat (27/3/2026).

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam menghadapi serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Menurutnya, serangan balasan akan dilakukan di mana pun keberadaan pasukan AS.

Baca Juga: Bulgaria Lawan Indonesia di Final FIFA Series 2026, Cek Ranking FIFA dan Performa 5 Laga Terakhir

Ketegangan ini berakar dari konflik besar yang pecah sejak akhir Februari lalu.

Serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran disebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.Peristiwa itu menjadi titik balik yang memicu perang terbuka di kawasan.

Sejak saat itu, konflik terus meluas. Iran dilaporkan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menyasar Israel serta kepentingan Amerika Serikat di berbagai titik Timur Tengah.

Baca Juga: Liga 4 Piala Gubernur Sumut: Tanjungbalai United Ditahan Imbang di Laga Perdana, Pelatih Akui Timnya Butuh Adaptasi

Situasi semakin panas setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding pasukan AS bersembunyi di fasilitas sipil.

Ia bahkan menyebut keberadaan tentara AS di hotel sebagai bentuk penggunaan warga sipil sebagai perisai manusia.

Dalam pernyataannya di media sosial, Araghchi mengungkap bahwa banyak tentara AS meninggalkan pangkalan militer dan memilih berlindung di hotel maupun gedung perkantoran di negara-negara Teluk.

Ia pun menyerukan kepada pengelola hotel untuk tidak menerima tamu dari kalangan militer AS demi menghindari risiko serangan.

Laporan media Iran juga menyebut pemerintah telah mengirimkan peringatan keras kepada sejumlah hotel di kawasan, khususnya di Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Baca Juga: Dua Kali Imbang Lawan PSPS Musim Ini, PSMS Siap Amankan Tiga Poin Melawan Skuat Askar Bertuah pada Putaran III

Tak hanya itu, Iran dikabarkan telah mengidentifikasi keberadaan pasukan AS di beberapa negara lain seperti Suriah, Lebanon, hingga Djibouti.

Dengan situasi yang terus memanas, ancaman ini mempertegas bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi semakin meluas dan sulit dikendalikan.***