POJOKSATU.id, JAKARTA—Israel secara tiba-tiba melakukan serangan rudal ke sejumlah fasilitas nuklir milik Iran yang berlokasi di Natanz.
Serangan rudal Israel ini juga menghantam Ibu Kota Iran, Teheran. Serangan yang telah dikonfirmasi Israel ini dilakukan pada Jumat (13/6/2025) hari ini.
Belum ada laporan terbaru dari Teheran terkait jumlah korban luka-luka ataupun meninggal.
Dalam pesan video yang dirilis kepada publik, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa negaranya telah memasuki ‘momen penentu dalam sejarah Israel’ dan akan terus melakukan serangan ke Iran selama beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Tata Cara Pengunduran Diri Pelamar CPNS dan PPPK Formasi 2024 Sesuai Ketentuan BKN
"Israel menargetkan ilmuwan-ilmuwan Iran yang bekerja mengembangkan bom nuklir, program rudal balistik mereka, serta fasilitas pengayaan uranium di Natanz," ujar Netanyahu dilansir Reuters.
"Operasi ini akan berlanjut selama beberapa hari ke depan," kata PM Israel itu lagi.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa Angkatan Udara Israel telah melakukan serangan preventif ke Iran.
"Setelah serangan preventif Negara Israel terhadap Iran, serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Negara Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan segera terjadi," kata Katz.
Pengakuan yang sama juga muncul dari seorang pejabat militer Israel yang mengatakan bahwa Israel telah menyerang puluhan target nuklir dan militer di Iran.
Ia mengklaim bahwa Iran memiliki cukup bahan untuk memproduksi hingga 15 bom nuklir dalam hitungan hari.
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa beberapa ledakan terjadi di ibu kota Teheran.
Sistem pertahanan udara Iran dilaporkan berada dalam kondisi siaga penuh menyusul serangan tersebut.
Baca Juga: Innalillahi, Zionis Israel Mau Gempur Jalur Gaza Kawasan Al Rimal dengan Kekuatan Besar
Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa ledakan hebat terdengar di beberapa kota, termasuk di sekitar fasilitas pengayaan uranium utama di Natanz.
Serangan ini terjadi menyusul gagalnya negosiasi baru mengenai program nuklir Iran antara Teheran dan Washington AS.
Media-media internasional melaporkan bulan lalu bahwa Israel telah membahas potensi serangan terhadap situs nuklir Iran dengan Amerika Serikat.
Sehari sebelumnya, para pejabat Amerika Serikat (AS) telah diberi tahu bahwa Israel sepenuhnya siap untuk meluncurkan operasi militer ke Iran.
Pemberitahuan itulah yang menjadi alasan Washington mengevakuasi para staf kedutaannya dari negara-negara di Timur Tengah.***

