POJOKSATU.id, JAKARTA— Perang Israel dengan Palestina Hamas terus memanas hingga Selasa (10/10/2023). Terbaru, Brigade Ezzedine al-Qassem, sayap Hamas, ancam bunuh sandera sipil Israel.
Brigade Ezzedine al-Qassem, mengancam membunuh sandera warga sipil Israel, jika militer Israel terus melanjutkan serangan udara tanpa memberikan peringatan sebelumnya.
Ancaman ini dilontarkan oleh sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassem, dalam pernyataan terbaru pada Senin (9/10) waktu setempat.
"Setiap penargetan terhadap warga kami tanpa peringatan akan dibalas dengan eksekusi salah satu sandera sipil," kata pernyataan Brigade Ezzedine al-Qassem, seperti dilansir Alarabiya News, Selasa (10/10/2023).
"Musuh tidak memahami bahasa kemanusiaan dan etika, jadi kami akan menanggapi mereka dalam bahasa yang mereka pahami," imbuh pernyataan tersebut.
Sementara itu Juru Bicara Militer Israel mengatakan pada Senin (9/10) waktu setempat bahwa informasi soal sekitar 30 sandera di antaranya telah didapatkan dan diberitahukan kepada pihak keluarga.
Menurut Al Jazeera, perang antara Hamas dan Israel ini telah menewaskan total lebih dari 1.300 orang, baik di Gaza maupun di Israel.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan sedikitnya 510 orang tewas dan 2.751 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara Israel.
Baca Juga: Cinta Ditolak Emosi Bertindak, Janda Tewas di Tangan Kekasihnya Usai Nolak Ajakan Nikah
Sementara di Israel, jumlah korban tewas akibat serangan Hamas dilaporkan bertambah menjadi sedikitnya 800 orang, dengan lebih dari 2.200 orang lainnya mengalami luka-luka.
Israel Blokade Gaza
Israel telah mengumumkan "pengepungan total" terhadap Gaza.
Israel memutus pasokan air, makanan dan listrik, ketika militan Hamas mengancam akan mulai membunuh sandera sipil.
Militan Palestina menculik lebih dari 100 orang dalam serangan multi-front yang mengejutkan dan menewaskan lebih dari 700 orang, menjadikan Sabtu (7/10/2023) sebagai hari paling mematikan dalam sejarah Israel.
Media Israel mengatakan pada Senin (9/10/2023) bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 900 orang.
Baca Juga: Sinopsis Film Totally Killer, Perjalanan Waktu ke Masa Pembunuhan Berantai Sweet Sixteen
Menanggapi serangan tersebut, Israel telah melancarkan serangan dari udara dan laut, yang menurut petugas medis telah menewaskan 687 warga Palestina di Gaza, sebuah wilayah yang menjadi rumah bagi 2,3 juta orang yang tidak memiliki tempat untuk melarikan diri.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta oposisi politik untuk bergabung dengan pemerintahan persatuan nasional dan mengatakan serangan "baru saja dimulai".
Dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Senin malam, Netanyahu berjanji untuk "membasmi teroris" yang masih ada di Israel.
"Apa yang akan kita lakukan terhadap musuh-musuh kita dalam beberapa hari mendatang akan berdampak pada mereka selama beberapa generasi," katanya, dilansir The Guardian, Selasa (10/10/2023).
Israel secara resmi menyatakan perang pada Minggu dan memanggil 300.000 tentara cadangan untuk bertugas, menandakan kemungkinan serangan darat ke Gaza - sebuah tindakan yang di masa lalu selalu menyebabkan pertumpahan darah lebih lanjut.***

