POJOKSATU.id, JAKARTA--Pemimpin Agung atau Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan bersembunyi ke dalam bunker usai serangan Israel dan AS beberapa hari ini.

Khamenei juga sudah menetapkan tiga calon pengganti jika dirinya terbunuh oleh serangan musuh.

Laporan eksklusif The New York Times pada Sabtu, 21 Juni 2025, mengutip beberapa pejabat Iran, mengungkap langkah darurat yang diambil Khamenei demi menjamin kelangsungan kepemimpinan Republik Islam.

Baca Juga: Ancam Tragedi yang Lebih Besar, Trump Pidato Tengah Malam Usai Serang 3 Fasilitas Nuklir Iran

Khamenei (86) disebut telah mematikan komunikasi digital sepenuhnya untuk menghindari deteksi musuh. Dan hanya berkomunikasi melalui ajudan tepercaya dengan para komandan militer.

“Khamenei sekarang berkomunikasi dengan komandan secara eksklusif melalui seorang ajudan dan telah berhenti menggunakan semua komunikasi digital untuk menghindari deteksi,” kata salah satu pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Khamenei secara pribadi telah menginstruksikan Majelis Ahli, untuk memilih penggantinya dari tiga nama yang telah ia tetapkan, apabila ia gugur.

Baca Juga: Iran Benarkan 3 Fasilitas Nuklir Miliknya Diserang Sabtu Malam, Telah Dievakuasi Terlebih Dahulu

“Keputusan untuk mengidentifikasi tiga penerus ulama menggarisbawahi meningkatnya ancaman terhadap kepemimpinan Khamenei,” tulis New York Times mengutip pejabat Iran.

Iran akan Balas AS 

Sementara itu, Pakar Keamanan AS, Aaron David Miller, menyampaikan prediksi soal respons pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, atas serangan AS ke Iran.

Ia menilai, Iran akan melakukan pembalasan dengan segala cara atas serangan AS ke negara mereka.

Baca Juga: Kumpulan Jurnal Pembelajaran dan Aksi Nyata PPG 2025, Refleksi Nyata Guru Menuju Profesionalisme

"Hampir tidak mungkin bahwa pemimpin berusia 86 tahun itu yang secara esensial mempertahankan revolusi dan melanjutkan ke penerusnya, tidak berbuat apa-apa merespons apa yang sudah terjadi belakangan ini," kata Miller kepada CNN.

"Dia mungkin harus memperhitungkan reponsnya, tapi saya menduga ini belum selesai dengan ini," katanya.

Menurutnya, Iran sudah menginvestasikan uang US$5 triliun untuk program nuklir. Dan mereka baru saja melihat sembilan hari penghinaan yang menyedihkan dari pihak Israel. Begitu juga dari Amerika Serikat.

"Terus terang, apakah mereka melakukannya atau tidak (membuat senjata nuklir), tampaknya tidak relevan," ujar Miller.

"Mereka memiliki rudal jarak pendek terhadap target Amerika di Teluk. Mereka menghadapi perang asimetris di luar negeri, mengerahkan aparat teror mereka terhadap kepentingan Israel, Amerika Serikat, dan mungkin Yahudi. Tentu saja, terdapat orang Amerika yang ditempatkan di Irak dan Suriah yang rentan," katanya lagi.***