POJOKSATU.id—Pembicaraan selama 21 jam antara utusan Iran dan Amerika Serikat (AS) di Islamab Pakistan belum membuahkan hasil atau buntu.

Belum ada kata sepakat kedua belah pihak di Islamabad Talk.

Meski buntu, namun Wakil Presiden (Wapres) AS, JD Vance mengatakan ada kabar baik yang bisa disampaikan dimana sejumlah diskusi substantif dengan Iran sudah dilakukan tim AS.

“Kami telah melakukannya selama 21 jam, dan kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran. Itu kabar baiknya,” kata Vance dalam konferensi pers di Islamabad, Minggu (12/4) waktu setempat.

Dikatakan Vance, Iran belum bersedia menerima persyaratan AS.

Baca Juga: Kabar Baik Guru PPPK Jakarta, Gaji Dijamin APBD Sampai 2027, Ini Lengkapnya

“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan,” katanya dilansir dari Tasnim News Agency.

“Dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat.

Menurutnya, mereka akan kembali ke AS tanpa membawa kesepakatan apapun.

“Jadi kita kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan.”

Wakil presiden AS mengatakan kedua pihak membahas beberapa masalah.

“Kami hanya tidak dapat mencapai situasi di mana Iran bersedia menerima persyaratan kami. Saya pikir kami cukup fleksibel; kami cukup akomodatif,” katanya.

Baca Juga: Gaji PPPK Tahap II Halsel Dipastikan Aman! Sudah Masuk APBD 2026, Siap Cair ke Dinas

“Presiden memberi tahu kami, ‘Anda perlu datang ke sini dengan itikad baik dan melakukan upaya terbaik Anda untuk mendapatkan kesepakatan’. Kami melakukan itu, dan sayangnya, kami tidak dapat membuat kemajuan apa pun,” katanya.

Ketika ditanya tentang apa yang ditolak Iran, Wakil Presiden AS mengatakan dia tidak akan membahas detailnya, tetapi AS sedang mencari konfirmasi bahwa Iran tidak akan mencari senjata nuklir.

“Faktanya adalah kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mencari senjata nuklir, dan mereka tidak akan mencari alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat mencapai senjata nuklir. Itulah tujuan utama presiden Amerika Serikat, dan itulah yang telah kami coba capai melalui negosiasi ini,” katanya.

Vance mengatakan bahwa dia berbicara dengan Presiden Donald Trump secara konsisten selama pembicaraan trilateral dengan Iran di Pakistan.

“Jelas, kami berbicara dengan presiden secara konsisten. Saya tidak tahu berapa kali kami berbicara dengannya, setengah lusin kali, selusin kali selama 21 jam terakhir,” kata Vance.

Vance mengatakan dia juga berbicara dengan pejabat tinggi AS lainnya selama negosiasi, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat AS.

“Kami terus berkomunikasi dengan tim karena kami bernegosiasi dengan itikad baik,” kata Vance.***