POJOKSATU.id, JAKARTA – Kondisi kesehatan Paus Fransiskus makin membaik. Paus yang berasal dari Negara Argentina ini telah bisa tidur nyenyak dan sudah melewati masa kritis.

Vatikan News memberitahukan bahwa Paus Fransiskus saat ini tidak lagi diberikan oksigen beraliran tinggi. Saat ini Paus sudah mengganti terapi oksigen aliran tinggi dengan ventimask atau masker venturi.

“Karena gambaran klinisnya rumit, diperlukan stabilitas klinis lebih lanjut untuk memperjelas prognosis," kata Vatikan melalui Vatikan News dilihat Jumat (28/2/2025).

Baca Juga: Jadi Sarang Prostitusi dan Tarian Striptis, Tempat Karaoke di Semarang Diacak-acak Polisi

Vatikan News juga menyebut bahwa Paus sudah mendapatkan malam yang tenang atau tidur nyenyak.

Namun Paus masih menjalani terapi pernapasan yang dilakukan setiap pagi dengan diselingi istirahat.

Setelah itu Paus juga menjalani beberapa terapi tambahan. Pada sore hari, Paus menghabiskan waktu untuk berdoa di kapel di tempat tinggalnya.

Dikatakan, Paus yang sudah berusia 88 tahun ini telah melewati fase paling kritis, tetapi kondisinya masih rumit. Karena alasan ini, prognosisnya masih belum jelas.

Baca Juga: Kondisi Terkini Paus Fransiskus yang Diisukan Meninggal, Prof Alfieri Gelar Konferensi Pers di RS

Dokter mengungkapkan hasil CT scan di bagian dada Paus menunjukkan perkembangan normal dari peradangan paru-paru sebelumnya. Hasil tes darah yang dijalani Paus juga mengonfirmasi adanya peningkatan kesehatan.

Sebagaimana diberitakan AFP, Jumat (28/2/205), saat ini adalah hari kedua bahwa kondisi Paus Fransiskus semakin membaik setelah dilarikan ke Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia sejak 14 Februari 2025.

Dan sejak Kamis (27/2), Paus telah mengganti terapi oksigen aliran tinggi dengan masker venturi.

“Pada Kamis, dia mengganti terapi oksigen aliran tinggi dengan masker venturi,” kata Vatikan.

“Di pagi hari, Bapa Suci mendedikasikan waktunya untuk fisioterapi pernapasan, kemudian beristirahat,” jelas pernyataan Vatikan News.

Paus juga terus memantau urusan gereja dari kamar rumah sakitnya.

“Paus ingin mengawasi keputusan-keputusan yang dikeluarkan. Ini adalah wujud kekuatan dan kemauan dalam memimpin,” ujar Adriano Prosperi, seorang sejarawan.***