POJOKSATU.id - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah sejumlah negara Arab secara kompak mengecam keras serangan yang dikaitkan dengan Iran.
Sekaligus menekan Irak untuk segera menghentikan aktivitas milisi bersenjata dari wilayahnya.
Arab Saudi bersama Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yordania menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan ancaman serius terhadap kedaulatan kawasan.
“Serangan Iran merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara di kawasan.” dikutip Pojoksatu.id dari Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi
Mereka juga menyoroti pola serangan yang dilakukan melalui kelompok proksi, termasuk milisi yang beroperasi dari Irak.
“Serangan dilakukan melalui proksi dan faksi bersenjata yang didukung Iran dari wilayah Irak.”
Negara-negara tersebut menilai tindakan ini tidak hanya berbahaya, tetapi juga melanggar hukum internasional.
Bahkan, mereka menegaskan bahwa aksi tersebut bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terbaru.
“Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 2026.”
Dalam konteks itu, tekanan terhadap Irak pun semakin menguat. Meski tetap menekankan hubungan persaudaraan.
Negara-negara Arab meminta Baghdad tidak tinggal diam menghadapi aktivitas milisi.
“Kami menyerukan pemerintah Irak untuk segera menghentikan serangan dari wilayahnya guna menghindari eskalasi.”
Pernyataan bersama ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih luas jika situasi terus dibiarkan.
Serangan terhadap fasilitas dan wilayah strategis dinilai bisa memicu ketegangan terbuka di kawasan.
Di sisi lain peran Iran dalam mendukung kelompok bersenjata disebut menjadi faktor utama yang memperumit dinamika geopolitik Timur Tengah saat ini.
Jika tidak segera dikendalikan, situasi ini dikhawatirkan akan membawa kawasan ke fase konflik yang lebih besar dan sulit diprediksi.***

