POJOKSATU.ID - Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas usai kesepakatan terkait nuklir buntu.

Tak tanggung-tanggung, Presiden AS, Donald Trump mengancam bakal mengambil langkah tegas hingga ekstrim terhadap Iran jika mereka dinilai tak kooperatif.

Bukan hanya memberlakukan sanksi tarif sekunder dalam perdagangan internasional, presiden AS ke-47 itu bahkan mengancam bakal mengebom Iran.

Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Lazio vs Torino: Laga Berakhir Imbang?

Ancaman ini muncul usai Iran menegaskan bahwa mereka tak berencana untuk mengurangi program pengembangan nuklir mereka.

"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, akan ada pengeboman," kata Trump seperti dikutip Pojoksatu.id dari reuters.

Bahkan Trump menambah ancamannya dan menyebut bahwa Republik Islam tersebut bakal melihat pengeboman yang belum pernah terjadi kepada mereka.

Baca Juga: Kronologi Kasus Bripka Lestari Candra, Polisi di Rohil Riau Tewas Ditikam Gegara Suara Knalpot

 "Itu akan menjadi pengeboman yang belum pernah mereka lihat sebelumnya," kata Presiden dari partai republik itu.

Ancaman Trump bisa diartikan secara harfiah atau kiasan, hanya Washington yang tahu, yang jelas menargetkan pusat pengembangan nuklir di Iran adalah langkah yang cukup gegabah.

Kendati demikian, gertakan Trump nampak tidak akan digubris oleh Iran yang dengan tegas menolak pembicaraan langsung dengan AS.

Baca Juga: KABAR BAIK! Pemerintah akan Cairkan Tunjangan Bagi Guru Non ASN pada Awal April 2025, Cek Besaran Setiap Penerimanya!

Melalui perantara Oman, Iran menegaskan proyek pengembangan nuklir mereka bakal terus berlanjut.

AS sendiri menuding bahwa Iran tengah mengembangan senjata nuklir baru yang dapat mempengaruhi pengaruh mereka di Timur Tengah.

Baca Juga: Dibayarkan pada 1 April 2025, Ternyata Gaji PPPK Lebih Banyak daripada PNS Lho, Cek Perbandingannya!

Meskipun begitu, Iran membantah tudingan yang mereka sebut tak beralasan tersebut karena mereka mengklaim bahwa proyek nuklir mereka ditujukan untuk kebutuhan energi terbarukan. ***