POJOKSATU.id, -- Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa delegasi Amerika akan segera tiba di Islamabad untuk memulai negosiasi dengan Tehran.
Ia juga menuding Iran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata melalui insiden penembakan di Selat Hormuz.
Sebaliknya Iran juga menuding AS telah melanggar gencatan senjata lebih dulu dengan melakukan penyergapan kapal milik Iran di Laut Arab.
Menurut kantor berita Fars, Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran menyebut pasukan AS melanggar gencatan senjata dengan melumpuhkan sistem navigasi kapal.
Baca Juga: Bela Jusuf Kalla, Hensa Sebut Permintaan Soal Ijazah Jokowi Hal Umum, Kenapa Bertele-tele
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dilaporkan akan kembali memimpin delegasi Washington ke Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pembicaraan dengan Iran.
Informasi ini disampaikan oleh ABC News dengan mengutip pernyataan Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz.
Langkah ini muncul di tengah dinamika informasi yang sempat simpang siur. Sebelumnya, laporan New York Post menyebut Vance tidak akan hadir dalam perundingan tersebut.
Dalam wawancara yang dikutip media itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan utusan Timur Tengah, Steve Witkoff, yang akan berangkat ke Pakistan, dengan keterlibatan menantunya, Jared Kushner.
Baca Juga: Kisah Lentera Jiwa Pertamina: Dari Pemulihan ODGJ Menuju Kemandirian Ekonomi
Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa delegasi Amerika akan segera tiba di Islamabad untuk memulai negosiasi dengan Teheran.
Ia juga menuding Iran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata melalui insiden penembakan di Selat Hormuz.
“Iran memutuskan untuk menembakkan peluru kemarin di Selat Hormuz, sebuah pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata kita,” jelasnya.
“Perwakilan saya akan berangkat ke Islamabad, Pakistan, Mereka akan berada di sana besok malam untuk melakukan negosiasi," ujar Trump.
Ia menegaskan Washington telah menawarkan kesepakatan yang dianggap adil kepada Iran. Namun, nada keras tetap mengemuka jika proposal itu ditolak.
“Kami menawarkan KESEPAKATAN yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap Pembangkit Listrik, dan setiap Jembatan, di Iran. TIDAK ADA LAGI PRIA BAIK HATI!” tegasnya.***

