POJOKSATU.ID - Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat berakhir tanpa kesepakatan.

Situasi ini langsung memicu langkah cepat dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Percakapan kedua pemimpin terjadi tak lama setelah pembicaraan damai yang digelar di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026) dinyatakan buntu.

Kegagalan tersebut memperbesar kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Dicopot dari Jabatan Kajari Karo, Danke Rajagukguk Terseret Sorotan Usai Kasus Amsal Sitepu Jadi Polemik

Dalam pembicaraan tersebut, Putin menyatakan kesiapan Rusia untuk ikut berperan dalam upaya penyelesaian konflik secara damai.

Kremlin menyebut Rusia siap memfasilitasi jalur diplomatik guna mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan tersebut.

“Rusia akan terus berupaya aktif menjalin komunikasi dengan seluruh pihak terkait demi meredakan situasi,” demikian pernyataan resmi Kremlin.

Di sisi lain, Presiden Iran juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia, terutama dalam konteks bantuan kemanusiaan serta sikap Moskow di berbagai forum internasional.

Baca Juga: Heboh Pengadaan Kaos Kaki BGN Rp6,9 Miliar, Harga Tak Wajar Jadi Sorotan dan Perbandingan dengan Pasaran

Hubungan erat kedua negara kembali terlihat di tengah situasi yang semakin kompleks.

Sementara itu, pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance berakhir tanpa titik temu.

Delegasi AS bahkan meninggalkan lokasi perundingan lebih awal, sambil menegaskan bahwa tawaran yang diajukan merupakan “yang terakhir dan terbaik”.

Namun, pihak Iran memiliki pandangan berbeda.

Delegasi yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut bahwa mereka telah mengajukan proposal konstruktif, tetapi tidak mendapat respons yang membangun dari pihak lawan.

Sejumlah isu krusial menjadi penghambat utama kesepakatan, termasuk soal pengendalian jalur strategis Selat Hormuz serta kebijakan pengayaan uranium Iran.

Mandeknya negosiasi ini langsung berdampak pada pasar global.

Baca Juga: Di Hadapan Putin Langsung, Prabowo Tegas Sebut Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri!

Harga energi dilaporkan melonjak, sementara kekhawatiran terhadap gangguan jalur pelayaran serta fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk semakin meningkat.

Situasi ini membuat dunia kini menanti langkah selanjutnya dari para pemimpin global, di tengah ancaman konflik yang bisa meluas kapan saja.***