POJOKSATU.ID - Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menegaskan sikap negaranya yang tidak menginginkan konflik bersenjata dengan Amerika Serikat maupun Israel.

Namun, di sisi lain, Iran tetap berkomitmen mempertahankan hak-hak nasionalnya tanpa kompromi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan tertulis yang disiarkan melalui televisi pemerintah, bertepatan dengan 40 hari wafatnya ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan meninggal pada 28 Februari 2026 saat konflik mulai pecah.

“Kami tidak mencari perang dan tidak menginginkannya,” ujar Mojtaba Khamenei dalam pesannya, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga: Syarat Klaim JHT Sebelum Usia 56 Tahun, Ini Kondisi dan Dokumen yang Harus Disiapkan Peserta

Meski mengedepankan sikap menahan diri, ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mengorbankan kepentingan nasional dalam situasi apa pun.

Sikap ini sekaligus menunjukkan garis tegas Teheran di tengah dinamika geopolitik yang terus memanas.

Khamenei juga menyinggung konsep front perlawanan yang diyakini merujuk pada jaringan sekutu Iran di kawasan Timur Tengah.

Kelompok tersebut, termasuk Hezbollah di Lebanon, saat ini tengah berada dalam konflik terbuka dengan Israel.

Baca Juga: Angin Segar! 8.205 PPPK Kabupaten Tangerang Berpeluang Jadi Penuh Waktu

Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang relatif mereda setelah Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.

Meski demikian, banyak pihak menilai kesepakatan tersebut masih rapuh dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Kesepakatan tersebut juga membuka peluang bagi proses diplomasi yang lebih luas, setelah sebelumnya hubungan kedua negara sempat memanas akibat ancaman keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kepada masyarakat Iran, Khamenei menekankan pentingnya peran publik dalam menjaga stabilitas nasional.

Ia menyebut, partisipasi warga dapat memengaruhi arah negosiasi yang sedang berlangsung.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap informasi yang beredar, terutama dari media yang dianggap memiliki kepentingan tertentu.

Baca Juga: Peredaran Narkoba Dikemas dalam Liquid Cartridge Vape di Apartemen Jaktim, Satu Wanita Ditangkap Polisi

Dalam situasi yang masih dinamis, kehati-hatian dinilai menjadi kunci untuk menjaga persatuan nasional.

Pernyataan ini mencerminkan posisi Iran yang mencoba menyeimbangkan antara upaya diplomasi dan kesiapan mempertahankan kedaulatan di tengah tekanan global yang terus meningkat.***