POJOKSATU.id,--- Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada media pemerintah Iran, awal pekan ini telah mengadakan pertemuan selama dua setengah jam dengan Mojtaba Khamenei.

Intelijen Amerika Serikat (AS) juga menilai Mojtaba Khamenei memainkan peran krusial dalam merumuskan strategi perang bersama para pejabat senior Teheran.

Khamenei sebagai pemimpin tertinggi belum terlihat di depan umum sejak ia mengalami luka serius dalam serangan yang menewaskan ayahnya dan beberapa pemimpin militer tertinggi di awal perang 28 Februari 2026 lalu.

Baca Juga: Benarkah Sebaiknya Operator Melakukan Sinkronisasi Data Dapodik Setiap Bulan?

Dilansir CNN, Sabtu (9/5/2026), menurut beberapa sumber yang mengetahui laporan intelijen tersebut, otoritas atau pembagian wewenang yang tepat dalam rezim masih belum jelas.

Tetapi Mojtaba Khamenei kemungkinan besar ikut membantu mengarahkan bagaimana cara Iran menangani negosiasi dengan AS untuk mengakhiri perang.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan kepada media pemerintah Iran awal pekan ini telah mengadakan pertemuan selama dua setengah jam dengan Khamenei.

Ini menandai pertemuan tatap muka pertama yang dilaporkan antara pejabat tinggi Iran dan pemimpin tertinggi baru negara itu.

Baca Juga: Cerita Haru Nikita Willy Mulai Berhijab, Tersentuh Permintaan Sang Anak Issa

Namun ada pendapat berbeda terkait penilaian intelijen AS yang menunjukkan Mojtaba terlibat dalam membantu merumuskan strategi negosiasi Iran.

Seorang sumber yang mengetahui informasi terbaru mengatakan kepada CNN, terdapat bukti yang menunjukkan ia cukup jauh dari proses pengambilan keputusan dan hanya sesekali dapat dihubungi.

Akibatnya, para pejabat senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada dasarnya menjalankan operasi bersama dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, tambah sumber tersebut.***