POJOKSATU.id,-- Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah kepada Israel dan Amerika Serikat (AS) saat perang Timur Tengah memasuki minggu kedua.
"Musuh-musuh Iran harus membawa keinginan mereka untuk penyerahan tanpa syarat rakyat Iran ke kuburan mereka," kata Pezeshkian dalam pidatonya dilansir kantor berita AFP, Sabtu (7/3).
Pidatonya juga disiarkan televisi pemerintah Iran, Sabtu.
Dia meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan Iran di seluruh wilayah tersebut.
Dia mengatakan bahwa mereka tidak akan menjadi sasaran kecuali serangan tersebut berasal dari mereka.
Baca Juga: 7 Tempat Ngabuburit Murah di Tangerang yang Ramai Saat Ramadan, Cocok Buat Berburu Takjil
"Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran," katanya.
Dikatakan Pezeshkian, Dewan Kepemimpinan sementara sepakat bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga, dan tidak akan ada rudal yang ditembakkan kecuali serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut.
Dewan Kepemimpinan telah memimpin Iran sejak pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pekan lalu, dalam serangan Amerika Serikat dan Israel yang memicu perang di Timur Tengah.
Sementara itu, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Iran menegaskan kembali bahwa mereka menghormati kepentingan dan kedaulatan nasional negara-negara tetangga dan tidak melakukan tindakan permusuhan apa pun terhadap mereka.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Polresta Cirebon Cek Kesiapan Sarpras Operasi Ketupat Lodaya 2026
Pernyataan ini menyusul komentar dari Presiden Masoud Pezeshkian sebelumnya.
Namun, Markas Besar menambahkan bahwa sebagai kelanjutan dari aksi ofensif sebelumnya, semua pangkalan militer dan kepentingan milik AS dan Israel di darat, di laut, dan di angkasa di seluruh wilayah tersebut akan dianggap sebagai target utama serangan.
Diketahui, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (KCHQ) adalah komando tempur terpadu tertinggi Angkatan Bersenjata Iran yang bertanggung jawab merencanakan dan mengoordinasikan operasi militer gabungan.
Di bawah kendali Staf Umum, markas ini mengomandoi militer reguler (Artesh) dan Garda Revolusi (IRGC), bertindak sebagai pusat komando dan kendali operasional.***

