POJOKSATU.id, -- Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia atau Militer Iran menunda serangan terhadap Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Teluk Oman atau Teluk Arab.
Sebelumnya Iran ingin merespon serangan Angkatan Laut AS terhadap kapal kontainer Iran Touska di Teluk Oman. Penundaan serangan ini untuk memastikan keselamatan keluarga awak kapal.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (20/4), Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran mengumumkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah siap memberikan respons yang tegas ke AS.
Baca Juga: Kapal Kargo Iran Ditembak Militer AS di Selat Hormuz, Ebrahim Zolfaghari Janjikan Serangan Balasan
Namun, dikatakan, karena kehadiran sejumlah anggota keluarga awak kapal di atas kapal, tindakan operasional Iran ditunda untuk melindungi nyawa dan keamanan mereka.
Pernyataan itu seperti dilansir Tasnim News Agency, Senin, menambahkan bahwa setelah keselamatan keluarga dan anggota awak kapal sepenuhnya terjamin, Angkatan Bersenjata Iran akan melakukan tindakan yang diperlukan terhadap militer AS.
Diketahui, Angkatan Laut AS menyerang kapal kontainer Iran Touska pada Minggu malam saat berlayar dari China ke Iran, dan kemudian mengambil alih kendali kapal tersebut.
Komando Pusat AS mengklaim kapal tersebut sedang menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran dan menuduh bahwa kapal itu mengabaikan peringatan berulang kali selama enam jam untuk mengosongkan ruang mesinnya.
Baca Juga: Trump Beri Sinyal Tak Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Mungkinkah Perang Kembali Dimulai
Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa pasukan AS menghentikan kapal tersebut dengan membuat ‘lubang’ di ruang mesinnya.
Setelah serangan itu, pasukan militer Iran melancarkan serangan drone ke beberapa kapal militer AS di daerah tersebut sebagai tanggapan.
Perkembangan ini terjadi di tengah kebuntuan di Selat Hormuz, titik penting bagi pengiriman sekitar seperlima minyak dunia, di tengah ancaman blokade AS terhadap kapal-kapal yang menuju dan dari pelabuhan Iran.***

