POJOKSATU.id,-- Iran sepenuhnya siap untuk skenario apa pun di Selat Hormuz dan telah melancarkan tembakan awal terhadap sejumlah kapal militer AS.

Berbicara kepada Tasnim News Agency pada Senin (4/5), sumber tersebut mengatakan bahwa Amerika tahu bahwa Iran tidak akan membiarkan intimidasi oleh Presiden AS Donald Trump dan pasukan Amerika.

Mengacu pada tembakan awal yang dilepaskan oleh pasukan Iran ke sejumlah kapal tempur AS, sumber tersebut mengatakan, Angkatan Bersenjata Iran, seperti selama perang 40 hari, tidak akan mengizinkan lewatnya pasukan tempur Amerika.

Dan pergerakan apa pun melalui Selat Hormuz tidak akan terjadi tanpa izin dari Angkatan Bersenjata Iran.

Baca Juga: Iran Klaim Serang 2 Kapal AS di Selat Hormuz, Komando Pusat Militer Amerika Beri Tanggapan

Sumber tersebut lebih lanjut mencatat bahwa semua kapal harus belajar dari pengalaman perang 40 hari dan menghindari membayar harga atas kebodohan Amerika.

“Selain menembak kapal tempur AS, Iran juga telah menyiapkan skenario lain yang akan diimplementasikan jika perlu,” tambah sumber tersebut dilansir dari Tasnim News Agency, Senin (4/5).

Tolak Rencana Trump

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menerbitkan peta baru wilayah di Selat Hormuz yang berada di bawah kendali angkatan lautnya.

Seperti dilaporkan kantor Berita Fars, itu sebagai sinyal siap perang yang dikeluarkan IRGC. Wilayah tersebut dimulai di barat dengan garis antara ujung paling barat Pulau Qeshm Iran dan emirat Umm al-Quwain di Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Penasihat Senior Mojtaba Peringatkan AS, Sejarah akan Mencatat Iran Tenggelamkan AS di Teluk Persia

Di timur, wilayah tersebut berhenti pada garis antara Gunung Mobarak Iran dan emirat Fujairah di Uni Emirat Arab. Oman belum memberikan komentar.

“Kapal sipil dan komersial yang mengikuti protokol transit yang dikeluarkan oleh Angkatan Laut IRGC dan mengoordinasikan rute mereka akan aman dan terlindungi,” kata seorang juru bicara, menurut kantor berita semi-resmi Fars.

“Setiap aktivitas maritim yang tidak mematuhi aturan ini akan menghadapi risiko serius,” termasuk dihentikan secara paksa, kata juru bicara tersebut.

Iran telah menolak rencana Trump untuk memandu kapal-kapal melalui selat tersebut, memperingatkan bahwa setiap kekuatan militer asing, terutama tentara Amerika yang menyerang, akan diserang jika mereka mencoba mendekati atau memasuki Selat Hormuz.

Mayjen Ali Abdollahi, juru bicara komando gabungan angkatan bersenjata Iran, mengatakan Iran akan melindungi keamanan selat tersebut dengan kekuatan penuh setelah AS berjanji untuk memandu kapal-kapal yang terdampar melalui jalur pelayaran minyak yang sempit tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan AS tidak mampu keluar dari rawa yang mereka buat sendiri.

“Republik Islam Iran telah menunjukkan bahwa mereka menganggap diri mereka sebagai penjaga dan pelindung Selat Hormuz dan jalur air penting ini,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei, dilansir CNN.

Baghaie menambahkan bahwa Iran dan Oman, yang garis pantainya berada di sisi selatan Selat, terus melakukan pembicaraan mengenai pengelolaan jalur air tersebut.

“Kedua negara memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keselamatan lalu lintas maritim di jalur air strategis ini,” kata Baghaie.***