POJOKSATU.id, JAKARTA— Iran mengaktifkan drone tempur strategis buatan mereka menghadapi perang dengan Amerika Serikat.
Drone ini didistribusikan ke angkatan darat, pertahanan udara, angkatan laut, dan angkatan udara atas perintah Panglima Militer Iran Amir Hatami.
Iran mengumumkan telah mengintegrasikan 1.000 unit drone tempur strategis buatan dalam negeri ke dalam formasi tempur divisi-divisi militer mereka, Kamis (29/1).
Seperti dilaporkan kantor berita semiresmi Tasnim, Iran menambahkan bahwa drone tersebut dikembangkan bersama oleh para ahli militer dan Kementerian Pertahanan Iran.
Baca Juga: Donald Trump Lakukan Upaya Dialog dengan Iran, Berharap Ketegangan Tak Berujung Konflik Bersenjata
Tujuannya menghadapi ancaman yang terus berkembang serta mengadopsi pelajaran yang dipetik dari ‘perang 12 hari’ dengan Israel tahun 2025 lalu.
Mereka mampu melakukan invasi, penghancuran, pengintaian, peperangan elektronik, serta menyerang target tetap maupun bergerak di darat, laut, dan udara.
Hatami mengatakan bahwa, sejalan dengan berbagai ancaman di masa depan, militer Iran telah memprioritaskan upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategisnya guna memfasilitasi operasi tempur yang cepat dan memberikan respons menghancurkan terhadap setiap agresi.
Pengiriman tersebut dilakukan setelah Amerika Serikat (AS) mengerahkan gugus tempur yang dipimpin kapal induk ke Timur Tengah sebelumnya pada pekan ini.
Baca Juga: Iran Lakukan Pengawasan Darat Laut dan Udara di Selat Hormuz, Siap Perang dengan Amerika Serikat
Ketegangan antara Teheran dan Washington semakin memanas seiring meningkatnya retorika dan peringatan AS terhadap Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu (28/1) mengatakan sebuah armada besar, yang dipimpin oleh kapal induk Abraham Lincoln dan lebih besar dari yang dikirim ke Venezuela, sedang menuju Iran.
Dia memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan, angkatan bersenjata kami yang pemberani siap, dengan jari-jari mereka di pelatuk, untuk merespons dengan cepat dan kuat setiap agresi.***

