POJOKSATU.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan besar-besaran Israel ke wilayah Lebanon menuai kecaman internasional.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan bahkan menilai langkah tersebut sebagai bentuk perluasan konflik dari Palestina ke Lebanon.
Dalam konferensi pers di Ankara, Kamis (9/4/2026), Fidan menyampaikan kekhawatiran bahwa aksi militer Israel dapat merusak upaya gencatan senjata yang baru saja diumumkan antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Pemerintah Sanggup Beli Ribuan Motor Listrik Buat MBG Bukti Kondisi Fiskal Indonesia Cukup Kuat
Menurutnya, stabilitas kawasan akan sulit tercapai jika eskalasi konflik terus meluas. Ia juga menyinggung bahwa kebijakan ekspansionisme Israel berpotensi memperpanjang ketegangan di Timur Tengah.
“Perdamaian tidak akan pernah tercapai jika tindakan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Serangan udara Israel ke Lebanon dilaporkan menewaskan lebih dari 250 orang dalam satu hari.
Baca Juga: Jangan Panik! Mati Listrik di Jakarta Belum Tentu Merembet ke Jabodetabek, Ini Faktanya
Aksi militer tersebut terjadi hanya sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran pada Rabu (8/4/2026).
Namun, pihak Israel menegaskan bahwa operasi militernya di Lebanon yang menargetkan kelompok Hizbullah tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata tersebut.
Sikap ini mendapat dukungan dari Amerika Serikat. Sebaliknya, Iran bersama Pakistan yang berperan sebagai mediator menyatakan bahwa wilayah Lebanon seharusnya masuk dalam cakupan perjanjian damai tersebut.
Baca Juga: Gokil! Promo Indomaret Diskon 50 Persen Sampai 15 April, Ini Cara Biar Gak Kehabisan!
Perbedaan pandangan ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik. Sejumlah negara seperti Perancis dan Inggris pun mendesak agar gencatan senjata diperluas untuk mencakup Lebanon, guna mencegah korban jiwa yang lebih besar.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh bahkan menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan yang telah dicapai.
Situasi ini menambah panjang daftar konflik di kawasan Timur Tengah yang hingga kini belum menemukan titik terang.
Banyak pihak khawatir, jika tidak segera diredam, eskalasi ini dapat memicu krisis yang lebih luas dan berdampak global.***

