POJOKSATU.id- Pada Rabu (29/11/2023), diplomat senior Amerika Serikat, Henry Kissinger, meninggal dunia dalam usia 100 tahun.
Henry Kissinger dikenal sebagai salah satu Menteri Luar Negeri paling fenomenal dalam sejarah AS.
Mantan Presiden AS, Henry Ford, menggambarkannya sebagai "menteri luar negeri yang super" dengan sifat keras kepala.
"Henry dalam pikirannya tidak pernah melakukan kesalahan.
Ia memiliki kulit tertipis di antara figur publik manapun yang pernah saya kenal," ungkap Ford dalam wawancara tahun 2006.
Kissinger, berdarah Yahudi-Jerman, terkenal dengan taktik diplomasi Ping Pong Diplomacy yang membuka hubungan AS dengan Beijing.
Namun, Henry Kissinger juga kontroversial karena memprediksi pada tahun 2012 bahwa Israel tidak akan bertahan lagi dalam 10 tahun ke depan,
"Dalam 10 tahun, tidak akan ada lagi Israel" Tulisan Kissinger ini muncul di New York Post.
Baca Juga: Partai Penguasa di Israel Gagas Rencana Mengejutkan untuk Gulingkan Netanyahu
Meski dihargai atas kontribusinya terhadap hubungan AS-Uni Soviet, Kissinger juga disoroti sebagai kontroversial atas dukungannya terhadap kediktatoran anti-komunis di Amerika Latin.
Penghargaan Nobel Perdamaian tahun 1973 yang diterima Kissinger pun menciptakan kontroversi.
Putin, Presiden Rusia, memberikan penghormatan kepada Kissinger sebagai negarawan visioner, memuji kontribusi pragmatisnya yang meredakan ketegangan internasional.
"Nama Henry Kissinger terkait secara erat dengan kebijakan luar negerinya yang pragmatis, yang pada eranya telah membuka jalan untuk meredakan ketegangan internasional.
Baca Juga: Profil Arist Merdeka Sirait: Mengenang Pahlawan Perlindungan Anak yang Kini Berpulang
dan memungkinkan tercapainya perjanjian terpenting Soviet-Amerika yang berkontribusi pada penguatan keamanan global," Ujar Putin dalam pernyataannya yang dirilis oleh Kremlin.
Chansellor Jerman, Olaf Scholz, juga mengapresiasi komitmen Kissinger terhadap persahabatan transatlantik.
"Dia selalu dekat dengan Tanah Airnya di Jerman. Dunia telah kehilangan seorang diplomat hebat," Scholz menyampaikan dalam pernyataannya melalui platform media sosial X.
Menteri luar negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, menyebut Kissinger sebagai 'raksasa diplomatik AS' yang meninggalkan dampak jangka panjang dalam politik internasional.
Baca Juga: Mengenang Suara Emas Steve Harwell di Balik Band Rock Legendaris Smash Mouth
"Era Henry Kissinger bukanlah era yang mudah, namun tantangan besarnya sejalan dengan pemikirannya yang besar dan penuh rasa ingin tahu.
Dia mengubah laju dan wajah diplomasi," seperti yang diungkapkan oleh Kuleba dalam pernyataannya melalui media sosial berbahasa Inggris.
"Pikirannya tajam, produktif dalam menulis. Warisan intelektualnya akan terus mempengaruhi pemahaman diplomasi dan tatanan dunia," ujarnya.
Meskipun kontroversial, warisan intelektual Kissinger diyakini akan terus mempengaruhi pemahaman diplomasi dan tatanan dunia.***
