POJOKSATU.ID - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dikabarkan akan tiba di Israel, Selasa (14/10/2025) besok, menandai kunjungan pertama seorang kepala negara asal Jakarta ke negara tersebut.
Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber yang mengetahui rencana perjalanan tersebut, sebagaimana diberitakan media Israel, The Times of Israel, Senin (13/10/2025).
Kabar ini muncul setelah pidato Presiden Prabowo pada Sidang Umum PBB ke-80 pada 23 September 2025 lalu, di mana ia menutup sambutannya dengan kata “Shalom.”
Ungkapan tersebut sontak menarik perhatian dunia internasional karena dianggap mencerminkan sikap yang lebih terbuka terhadap Israel.
Baca Juga: Ditintelkam Polda Metro Berikan Bantuan Sembako ke Komunitas Ojol Tangsel
"Sebuah langkah yang selama ini sangat sensitif bagi Indonesia — negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia," bunyi artikel The Times of Israel, dikutip Pojoksatu.id, Senin malam.
Respon Menlu Sugiono
Lalu benarkan kabar Prabowo akan berkunjung ke Israel sebagaimana yang diberitakan media negara tersebut?
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono membantah rumor yang beredar mengenai rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Israel dalam waktu dekat.
Menurut Sugiono, sejauh ini Presiden Prabowo tidak memiliki agenda perjalanan ke negara tersebut setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gaza di Mesir.
“Tidak benar. Sesuai rencana awal, Presiden akan kembali ke tanah air setelah acara di Mesir selesai,” kata Menlu Sugiono dalam keterangan tertulis, Senin, 13 Oktober 2025.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto memang sedang kunjungan ke luar negeri. Ia sudah tiba di Mesir pada Senin, 13 Oktober 2025 untuk menghadiri KTT Perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh.
Kepala Negara yang didampingi Menlu Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mendarat di Bandar Udara Internasional Sharm El-Sheikh sekitar pukul 07.00 waktu setempat.
Selama berada di Mesir, Presiden dijadwalkan mengikuti rangkaian agenda KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh.
Salah satu agenda penting adalah penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza, yang diharapkan menjadi langkah bersejarah dalam mengakhiri konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
KTT ini akan dipimpin oleh Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Lebih dari 20 pemimpin negara akan hadir dalam pertemuan ini. Mereka di antaranya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Baca Juga: Microsoft Blokir Akses Cloud Militer Israel, Usai Terbukti Mata-matai Warga Palestina
Kemudian ada Raja Abdullah II dari Yordania, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, PM Inggris Keir Starmer, PM Spanyol Pedro Sanchez, PM Italia Giorgia Meloni, PM Pakistan Shehbaz Sharif, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Mesir menyatakan KTT ini bertujuan 'mengakhiri perang di Jalur Gaza, meningkatkan upaya untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, serta mengawali babak baru keamanan dan stabilitas kawasan."
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga dikonfirmasi hadir dalam KTT ini.***

