POJOKSATU.id, TEHRAN— Mantan Penasehat Keamanan Israel, Tzachi Hanegbi, menyebut Iran mengalami pencapaian utama selama kancah perang dengan Israel dan AS.
Pencapaian itu bisa melaksanakan suksesi atau transisi kepemimpinan yang cepat dan sukses usai beberapa pemimpinnya terbunuh oleh serangan Israel.
Tzachi Hanegbi merupakan penasihat keamanan nasional rezim Israel dari tahun 2023 hingga 2025.
Menurutnya, pencapaian utama Iran setelah pecahnya perang agresi AS-Israel pada akhir Februari lalu adalah transisi kepemimpinan yang cepat dan sukses.
Dalam laporan terbarunya pada hari Senin (6/4), kelompok interpretasi perang dari Kantor Berita Tasnim telah menilai komentar Tzachi Hanegbi tentang pencapaian besar Iran selama perang tersebut.
Hanegbi dilansir dari Tasnim News Agency, Selasa (7/4) menyebutkan, dia percaya bahwa pemilihan Pemimpin baru di Iran dalam waktu sesingkat mungkin telah mempertahankan kohesi struktural sistem dan memperkuat persatuan nasional.
Hal ini sangat signifikan mengingat serangan AS-Israel menargetkan kepala pemerintahan, yang menunjukkan bahwa struktur politik Iran tidak mengalami kekosongan dan mampu melakukan regenerasi dengan cepat.
AS dan rezim Israel melancarkan kampanye militer skala besar tanpa provokasi terhadap Iran setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.
Serangan tersebut melibatkan serangan udara yang luas terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.***

