POJOKSATU.id, -- Situasi gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin panas usai militer AS berencana melakukan blokade Selat Hormuz dan semua pelabuhan Iran.

Sesuai keterangan Militer Amerika Serikat, mereka akan memulai blokade pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 14.00 GMT atau pukul 21.00 WIB pada Senin (13/4).

Ini dilakukan setelah pembicaraan damai di Pakistan gagal, dengan AS menyalahkan penolakan Iran untuk meninggalkan ambisi nuklirnya.

Dilansir kantor berita AFP, Senin (13/4/2026), pengumuman itu disampaikan pada hari Minggu (12/4) waktu setempat, meskipun gencatan senjata telah disepakati pada hari Rabu lalu yang bertujuan untuk menghentikan perang enam minggu antara AS-Israel dengan Iran.

Baca Juga: Sekutu Dekat Netanyahu dan Trump Kalah Telak di Pemilu Hongaria, Padahal 16 Tahun Berkuasa

"Blokade akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman," kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa blokade akan dimulai pada pukul 14.00 GMT pada hari Senin (13/4).

Diketahui, pukul 14.00 GMT (Greenwich Mean Time) sama dengan pukul 21.00 WIB (Waktu Indonesia Barat).

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa pasukan AS tidak akan menghalangi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dari dan ke pelabuhan non-Iran, dan bahwa instruksi lebih lanjut untuk para pelaut akan segera disampaikan.

Berita sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali bersikap arogan dengan mengumumkan akan memblokade Selat Hormuz yang merupakan wilayah laut Iran.

Baca Juga: Secara Sepihak, Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz Usai Perundingan Islamabad Buntu

Trump pada Minggu mengatakan AS akan memblokir setiap kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.

“Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain juga akan terlibat dalam blokade ini,” ujarnya melalui platform Truth Social seperti dilansir dari Anadolu Ajansi, Minggu (12/4/2026).

Ia menambahkan bahwa Iran tidak akan dibiarkan memperoleh keuntungan dari tindakan yang disebutnya sebagai pemerasan ilegal, merujuk pada pembatasan pergerakan kapal oleh Iran di Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya, Trump menuding Iran melakukan pemerasan global dengan mengklaim adanya ancaman ranjau di jalur laut tersebut.

Trump juga menyatakan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mencegat setiap kapal di perairan internasional yang membayar biaya kepada Iran.

“Mulai sekarang juga, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," kata Trump.

"Setiap warga Iran yang menembak kami, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!," jelasnya.

Dalam pernyataannya, Trump menilai perundingan dengan Iran gagal karena Teheran menolak menghentikan ambisi nuklirnya.***