POJOKSATU.id,-- Perang antara Iran vs Amerika Serikat (AS) dan Israel masih terus berkecamuk sejak serangan pertama pada Sabtu 28 Februari 2026 lalu.

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan jumlah korban tewas di Iran mencapai 780 orang warga sipil. Sementara pihak Amerika Serikat mengklaim jumlah korban jiwa tentaranya hanya 6 orang saja.

Begitu juga Israel mengklaim jumlah korban tewas hanya 1 orang dan melukai 121 orang lainnya hingga Minggu (1/3).

Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memanas, Agnes Mo di Dubai Beri Klarifikasi Soal Keamanan

Bulan Sabit Merah Iran dalam pernyataan terbaru di situs resminya seperti dilansir AFP, Selasa (3/3/2026) menyebutkan, dari laporan lapangan tim operasional, sedikitnya 787 warga Iran meninggal.

Dikatakan oleh Bulan Sabit Merah Iran dalam pernyataannya bahwa AS-Israel telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.

Gelombang serangan itu, sebut Bulan Sabit Merah Iran, menghantam sebanyak 153 kota dan lebih dari 500 lokasi di berbagai wilayah Iran.

Baca Juga: Spanyol Tegas Tolak Pangkalan Militernya Dipakai AS untuk Serang Iran, Beda Sikap dengan Inggris

Namun angka yang dilaporkan Bulan Sabit Merah Iran itu tidak dapat diverifikasi secara independen.

Secara terpisah, sejumlah jurnalis AFP melaporkan rentetan ledakan keras terdengar di area Teheran pada Selasa (3/3).

Laporan media lokal Iran menyebut ledakan terjadi di area Karaj, sebelah barat Teheran, dan di kota Isfahan di bagian tengah Iran.***