POJOKSATU.ID- Tun Dr. Siti Hasmah Mohd Ali lahir pada 12 Juli 1926 di Klang, Selangor. Ia dicatat dalam sejarah Malaysia bukan hanya sebagai mantan Ibu Negara, tetapi juga sebagai pionir emansipasi wanita di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat.
Perjalanan Karier dan Dedikasi Kedokteran Pionir Wanita Melayu di Bidang Kedokteran
Pada tahun 1955, beliau lulus dari King Edward VII College of Medicine, Singapura. Keberhasilan ini menjadikannya salah satu dari sedikit wanita Melayu pertama yang berhasil meraih gelar dokter medis pada era tersebut.
Pengabdian di Layanan Kesehatan Masyarakat
Ia memulai kariernya sebagai Pegawai Medis di Kementerian Kesehatan Malaysia. Dedikasinya berfokus pada program kesehatan ibu dan anak, kebidanan, serta peningkatan gizi di daerah pedesaan Kedah. Pada tahun 1974, beliau diangkat sebagai State Maternal and Child Health Officer—wanita pertama yang memegang posisi kepemimpinan kesehatan di tingkat negeri.
Inisiator Kesehatan dan Advokasi Sosial
Sebagai Ibu Negara mendampingi Mahathir Mohamad, beliau memanfaatkan posisinya untuk mengadvokasi berbagai isu penting:
Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba: Memimpin BAKTI (Badan Amal dan Kebajikan Tenaga Isteri-Isteri) untuk mengampanyekan edukasi bahaya narkoba.
Baca Juga: Moral Pusbatara
Imunisasi dan Kesehatan Reproduksi: Menggalakkan program imunisasi nasional dan edukasi keluarga berencana bagi ibu rumah tangga di pedesaan.
Literasi dan Hak Anak: Aktif dalam organisasi kemanusiaan serta mempromosikan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
"Seorang dokter tidak pernah berhenti melayani. Tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat adalah janji seumur hidup."
Diberitakan sebelumnya, Siti Hasmah meninggal dunia pada Senin pagi di National Heart Institute (IJN), Kuala Lumpur, dalam usia 100 tahun.
Baca Juga: Busa di Mulut Sutrimo Disebabkan Edema Paru Akut, Diperparah Minum Kopi dan Begadang
Kabar tersebut kemudian disusul prosesi penghormatan terakhir yang dihadiri keluarga, sahabat, serta masyarakat.
Jenazah Siti Hasmah sebelumnya dibawa ke Masjid As-Syarif di Taman Sungai Besi Indah, Seri Kembangan, untuk disalatkan.
Mahathir dan anggota keluarga turut hadir dalam prosesi tersebut.
Setelah salat jenazah, almarhumah dibawa menuju Pusara Negara di Presint 20, Putrajaya.
Pemerintah Malaysia memberikan penghormatan melalui prosesi pemakaman kenegaraan.
Jenazah Siti Hasmah kemudian dimakamkan di Pusara Negara pada Senin petang.
Prosesi tersebut dihadiri Mahathir, anak-anak mereka, serta keluarga.
Pengusungan jenazah dilakukan oleh personel gabungan Angkatan Tentera Malaysia dan Polis Diraja Malaysia.
Upacara dilanjutkan dengan penyerahan Jalur Gemilang dan pembacaan talkin.
Siti Hasmah juga dikenang atas kontribusinya dalam bidang kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat Malaysia.
Baca Juga: Komjen Rudi Setiawan Ungkap Kamar Mewah Lapas Cibinong Dihuni Warga Binaan
Bagi Mahathir, hari itu bukan sekadar sebuah prosesi kenegaraan.
Di balik penghormatan resmi tersebut, ada kehilangan pribadi yang begitu dalam setelah kehidupan bersama Siti Hasmah selama puluhan tahun.***

