POJOKSATU.ID - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas.

Di tengah upaya Washington mengajukan proposal perdamaian, Teheran justru menegaskan tidak memiliki niat untuk bernegosiasi.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa kebijakan negaranya saat ini adalah melanjutkan perlawanan, bukan membuka ruang dialog dengan AS.

Baca Juga: KIP Kuliah 2026 Jalur UTBK-SNBT Resmi Dibuka hingga 7 April, Ini Jadwal, Syarat, dan Manfaat Lengkap

Pernyataan tersebut mempertegas sikap keras Iran di tengah konflik yang terus berkembang.

“Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan,” ujar Araghchi, dikutip dari AFP, Kamis (26/3/2026).

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada proses negosiasi yang berlangsung antara Iran dan AS.

Baca Juga: Farhan Pastikan Pasokan BBM di Kota Bandung Aman, Belum Ada Sinyal Kenaikan Harga Subsidi

Bahkan, menurutnya, berbicara soal perundingan dalam kondisi saat ini sama saja dengan mengakui kekalahan.

“Kami tidak berniat untuk bernegosiasi. Membahas negosiasi sekarang berarti pengakuan atas kekalahan,” tegasnya.

Araghchi juga menilai AS gagal mencapai tujuan utama dalam konflik ini, termasuk meraih kemenangan militer cepat maupun mendorong perubahan rezim di Iran.

Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Israel Panggil 400.000 Tentara Cadangan, Tanda Operasi Darat ke Lebanon Akan Diperluas

Di sisi lain, Gedung Putih sebelumnya mengklaim bahwa pembicaraan masih berlangsung dan berjalan secara produktif.

Bahkan, muncul laporan mengenai proposal damai berisi 15 poin yang disebut telah disampaikan kepada Iran melalui pihak ketiga.

Meski demikian, Araghchi membantah adanya negosiasi langsung. Ia menyebut komunikasi yang terjadi hanya sebatas penyampaian ide melalui negara sahabat atau individu tertentu, bukan dialog resmi.

“Pesan memang disampaikan, tetapi itu bukan negosiasi,” jelasnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi antara kedua negara masih menemui jalan buntu.

Baca Juga: TPG Januari 2026 Belum Terbit SKTP, Masih Bisa Cair? Ini Penjelasan Lengkap dan Harapan yang Perlu Diketahui Guru Agar Tidak Cemas

Bahkan, AS sempat melontarkan ancaman serius jika Iran tetap menolak untuk berunding.

Di tengah kondisi tersebut, Iran juga mengingatkan negara-negara di kawasan untuk tidak terlibat atau terlalu dekat dengan AS.

Ketegangan yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran global. Jika tidak ada titik temu, konflik berpotensi meluas dan berdampak besar terhadap stabilitas kawasan maupun dunia.***