POJOKSATU.ID - Ketegangan di kawasan Asia Barat kembali memanas. Pemerintah Iran secara terbuka meminta dunia internasional untuk menuntut pertanggungjawaban Amerika Serikat dan Israel atas konflik yang terjadi, termasuk situasi di Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Armenia, Ararat Mirzoyan, Sabtu (28/3/2026).

Dalam pembicaraan itu, Araghchi menuding Amerika Serikat sebagai penyebab utama ketidakstabilan di kawasan, termasuk meningkatnya eskalasi konflik yang berdampak luas pada keamanan regional.

Baca Juga: Deadline Usulan Kebutuhan CPNS dan PPPK 2026 Hari Ini, BKN Tegaskan Tidak Ada Perpanjangan

Ia menyebut tindakan militer yang dilakukan AS dan Israel sebagai perang yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan melanggar prinsip-prinsip internasional.

“Dunia harus meminta pertanggungjawaban kepada Amerika Serikat dan rezim Israel atas perang ilegal yang dipaksakan terhadap Iran dan kawasan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Araghchi juga memaparkan berbagai dampak serius dari serangan yang terjadi.

Baca Juga: Menkop Buka-bukaan! Ribuan Mobil Pickup Impor India Sudah Mengalir ke Kopdes, Target 160 Ribu Unit

Ia menuding target serangan tidak hanya terbatas pada fasilitas militer, tetapi juga menyasar objek sipil seperti sekolah, rumah sakit, hingga infrastruktur penting.

Menurutnya, hal tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional yang tidak bisa dibiarkan tanpa konsekuensi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Armenia Ararat Mirzoyan turut menyampaikan simpati mendalam atas situasi yang terjadi di Iran, termasuk korban jiwa yang jatuh akibat konflik tersebut.

Baca Juga: Heboh Kasus Amsal Sitepu, DPR Kawendra Sebut Penilaian Ide hingga Editing Rp0 Sebagai Penghinaan Profesi Kreatif

Ia juga mengungkapkan keprihatinan atas serangan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak di fasilitas pendidikan di wilayah Iran selatan.

Menanggapi dukungan tersebut, Araghchi menegaskan bahwa Iran akan tetap mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasionalnya dari segala bentuk agresi militer.

Ia juga menekankan pentingnya peran negara-negara dunia untuk bersikap tegas dalam menegakkan hukum internasional.

Situasi ini semakin kompleks setelah sebelumnya terjadi serangan besar-besaran yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah wilayah di Iran.

Baca Juga: Balas Serangan! Usai Disindir Mantan Napi, Wabup Lebak Bongkar Dugaan Bupati Jarang Ngantor

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan, termasuk pangkalan militer yang terkait dengan kedua negara tersebut.

Ketegangan yang terus meningkat ini membuat Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia, mengingat perannya yang strategis sebagai jalur utama distribusi energi global.***