POJOKSATU.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melontarkan ancaman keras kepada Israel terkait konflik di Lebanon.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika gencatan senjata terus dilanggar.

Peringatan tersebut muncul setelah Israel disebut masih melakukan serangan ke wilayah Lebanon, meski telah ada kesepakatan gencatan senjata sementara yang dimediasi Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Qalibaf menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan dibalas dengan respons tegas. Ia bahkan menyebut waktu bagi Israel untuk menghentikan aksinya semakin sempit.

Baca Juga: Geram Laporan Tak Pernah Digubris! Warga Rokan Hilir Rusak Rumah Diduga Bandar Narkoba, Polisi Baru Bergerak Setelah Viral

“Waktu hampir habis,” tulisnya melalui media sosial, menegaskan sikap keras Iran terhadap situasi yang berkembang, dikutip dari Haberler, Jumat (10//4/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa kesepakatan damai yang diajukan mencakup 10 poin penting, di mana salah satu poin utamanya adalah perlindungan terhadap Lebanon serta sekutu-sekutu Iran di kawasan tersebut.

Menurut Qalibaf, hal ini bukan sekadar klaim sepihak. Ia menyebut bahwa Perdana Menteri Pakistan, Shahbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator, telah secara terbuka mengakui bahwa Lebanon termasuk dalam cakupan gencatan senjata tersebut.

Namun, situasi menjadi semakin rumit karena adanya perbedaan pandangan dari pihak Amerika Serikat.

Baca Juga: Kabar Gembira Guru ASN dan PPPK! Ada 4 Jenis Penghasilan Berpotensi Cair April 2026, Ini Lengkapnya

Wakil Presiden AS, James David Vance, menilai bahwa serangan Israel ke Lebanon tidak termasuk dalam pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.

Perbedaan interpretasi ini membuat kondisi di lapangan semakin tidak menentu. Iran tetap bersikukuh bahwa kesepakatan tersebut harus mencakup penghentian seluruh bentuk konflik di kawasan, termasuk di Lebanon.

Ancaman yang dilontarkan Iran pun memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

Jika tidak segera diredam, situasi ini berisiko memicu konfrontasi terbuka antara kedua pihak.

Di tengah ketegangan yang terus meningkat, dunia internasional kini menanti langkah konkret dari semua pihak untuk menahan diri dan menjaga stabilitas kawasan.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa konflik di Timur Tengah masih jauh dari kata selesai dan setiap keputusan dapat berdampak besar terhadap keamanan global.***