POJOKSATU.id, TEHERAN— Kepala Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, menanggapi rencana Presiden Amerika Serikat (AS) memblokade Selat Hormuz.

Menurut Shahram Irani, tindakan ini sangat konyol dan menggelikan jika AS memblokade selat yang masuk wilayah laut Iran tersebut.

"Ancaman presiden AS untuk memblokade Iran di laut. Sangat konyol dan menggelikan," kata Shahram Irani, Minggu (12/4/2026) menurut tayangan stasiun tv pemerintah.

Iran pun menyiapkan balasan besar kelak saat AS mulai menutup jalur pelayaran vital yang dilalui seperlima pengiriman minyak dunia ini.

Baca Juga: Makin Panas, Militer AS akan Blokade Selat Hormuz dan Semua Pelabuhan Iran Mulai Jam 9 Nanti Malam

Komentar dan ancaman ini dilontarkan Teheran setelah pembicaraan maraton AS-Iran di Islamabad berakhir tanpa hasil dan gagal mengakhiri perang di Timur Tengah.

"Para prajurit pemberani dari Angkatan Laut Tentara Republik Islam Iran memantau dan mengawasi semua pergerakan tentara Amerika yang agresif di wilayah tersebut," kata Shahram Irani, dikutip dari AFP.

Senada, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan, seluruh lalu lintas di Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata mereka.

Iran memperingatkan bahwa setiap kesalahan langkah dari pihak lawan akan berujung fatal.

Baca Juga: Ketegangan Memuncak, Negosiasi AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan, Wapres AS Ungkap Iran Ogah Stop Nuklir

"Semua lalu lintas berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata,” tulis IRGC di platform X, Minggu (12/4/2026) seperti dikutip AFP.

Mereka juga mengeluarkan peringatan keras kepada pihak lawan.

“Musuh akan terjebak dalam pusaran mematikan di selat jika membuat langkah yang salah,” kata bunyi pernyataan tersebut, juga disertai video kapal-kapal dalam bidikan sasaran.

Namun, Teheran menegaskan bahwa selat tersebut tetap terbuka bagi kapal sipil yang mematuhi peraturan terkait.***