POJOKSATU.id,-- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran memuji Pakistan karena menjadi tuan rumah dan memediasi negosiasi dengan Amerika Serikat yang digelar di Islamabad.
Perundingan Islamabad atau Islamabad Talk membahas mengenai Selat Hormuz, masalah nuklir, ganti rugi perang, pencabutan sanksi, dan upaya untuk mengakhiri konflik regional.
Dalam sebuah unggahan di akun X-nya, Minggu pagi (12/4), Esmaeil Baqaei memuji peran Pakistan dalam memfasilitasi pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.
Baca Juga: Heboh Motor Listrik MBG Diduga Cuma Rakit dari China! Label Lokal Jadi Sorotan
Menurut Esmaeil Baqaei, diplomasi bagi mereka adalah kelanjutan dari jihad suci para pembela tanah Iran.
Mereka tidak melupakan dan tidak akan melupakan pengalaman pelanggaran kepercayaan dan kejahatan Amerika Serikat terhadap Iran.
“Sama seperti kami tidak akan memaafkan kejahatan keji yang dilakukan oleh mereka dan rezim Zionis selama perang kedua dan ketiga yang dipaksakan,” katanya dilansir dari media semi pemerintah Iran, Tasnim News Agency, Minggu (12/4).
Esmaeil merujuk pada perang agresi AS-Israel yang dilancarkan terhadap Iran. Pertama pada Juni 2025 tahun lalu dan kedua pada 28 Februari 2026 tahun ini.
Baca Juga: Pakistan Berharap Tak Terjadi Perang AS vs Iran Usai Islamabad Talk Buntu, Hormati Gencatan Senjata
“Hari ini merupakan hari yang sibuk dan panjang bagi delegasi Republik Islam Iran di Islamabad,” jelasnya.
Dikatakan, negosiasi intensif yang dimulai pada Sabtu pagi melalui upaya baik dan mediasi oleh Pakistan, telah berlanjut tanpa gangguan hingga saat ini, dengan banyak pesan dan teks yang dipertukarkan antara kedua belah pihak.
Para negosiator Iran menggunakan seluruh kekuatan, pengalaman, dan pengetahuan mereka untuk melindungi hak dan kepentingan Iran.
“Duka mendalam para sesepuh, orang-orang terkasih, dan sesama warga negara kita telah memperkuat tekad kita untuk mengejar kepentingan dan hak bangsa Iran lebih dari sebelumnya,” kata Baqaei.
“Tidak ada yang dapat dan seharusnya mencegah kita untuk mengejar misi sejarah besar kita terhadap tanah air tercinta dan peradaban Iran yang mulia,” katanya.
Dikatakan Esmaeil, Republik Islam Iran bertekad untuk menggunakan semua alat, termasuk diplomasi, untuk mengamankan kepentingan nasional dan melindungi kesejahteraan negara.
“Dalam 24 jam terakhir, telah dilakukan diskusi mengenai berbagai aspek dari topik utama negosiasi, termasuk Selat Hormuz, masalah nuklir, ganti rugi perang, pencabutan sanksi, dan pengakhiran sepenuhnya perang melawan Iran dan di kawasan tersebut,” jelasnya.
“Keberhasilan proses diplomatik ini bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lain, menahan diri dari keserakahan dan tuntutan ilegal, serta menerima hak-hak sah dan kepentingan adil Iran,” kata Baqaei.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah dan rakyat Republik Islam Pakistan yang mulia dan murah hati karena telah menjadi tuan rumah negosiasi dan upaya tulus mereka untuk memajukan proses ini,” ujarnya.***

